PALANGKA RAYA – Warga Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dikejutkan dengan penemuan seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia di dalam baraknya, Sabtu malam (10/01/2026). Korban diketahui berinisial ABPN (22), yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah barak di kawasan Jalan Pattimura. Penemuan korban bermula dari kecurigaan rekan-rekannya yang tidak melihat korban masuk kerja selama beberapa hari terakhir dan sulit dihubungi.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari warga. “Kami menerima laporan terkait adanya seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar barak. Petugas segera melakukan pengecekan ke lokasi,” ujarnya.
Menurut Eka, korban terakhir kali terlihat beraktivitas normal pada awal pekan. Sejak Senin 5 Januari 2026, korban tidak masuk kerja dan tidak memberikan kabar kepada rekan-rekannya. Berbagai upaya untuk menghubungi korban melalui telepon dan pesan singkat juga tidak membuahkan hasil.
Merasa khawatir, rekan korban kemudian menghubungi kakak kandung korban yang diketahui berada di Pulau Sumatra. Namun, pihak keluarga juga mengaku tidak mengetahui keberadaan korban. “Karena pihak keluarga tidak dapat memastikan kondisi korban, pemilik barak kemudian diminta untuk mengecek langsung kamar yang ditempati korban,” jelas Eka.
Pemilik barak bersama beberapa saksi membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dekat jendela kamar dengan menggunakan seutas tali skipping.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari dalam kamar korban, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya telepon genggam, beberapa obat-obatan, serta sebuah buku catatan pribadi.
“Di dalam buku catatan tersebut terdapat tulisan-tulisan yang menggambarkan tekanan psikologis yang dialami korban, seperti persoalan pekerjaan, trauma masa kecil, serta dugaan keterkaitan dengan pinjaman online,” ungkap Eka.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani visum. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar lima hingga enam jam sebelum ditemukan.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan seluruh fakta di balik peristiwa tersebut. “Kami masih mendalami kejadian ini dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban,” pungkas Eka. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan