Tanpa Biaya, Bea Cukai Dorong UMKM Palangka Raya Go Global

PALANGKA RAYA – Bea Cukai Palangka Raya terus mendorong pelaku usaha lokal untuk menembus pasar internasional melalui layanan pendampingan ekspor tanpa biaya. Program ini terbuka bagi seluruh pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM), tanpa syarat harus memiliki kapasitas produksi dalam jumlah besar.

Perwakilan Bea Cukai Palangka Raya, Gustaf, menegaskan bahwa seluruh proses pendampingan ekspor diberikan secara cuma-cuma selama pelaku usaha memenuhi ketentuan administrasi dan regulasi yang berlaku.

“Pendampingan ekspor yang kami berikan tidak dipungut biaya apa pun. Selama dokumen lengkap dan sesuai aturan, Bea Cukai akan mendampingi proses ekspor sesuai prosedur,” ujarnya, Minggu (11/01/2026).

Ia menjelaskan, layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai Palangka Raya bersama pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar global bagi produk lokal. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap awal persiapan hingga pelaksanaan ekspor secara mandiri dan berkelanjutan.

Menurut Gustaf, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki produk berdaya saing, namun masih terkendala pemahaman prosedur kepabeanan dan persyaratan ekspor. Oleh karena itu, Bea Cukai hadir memberikan asistensi teknis, termasuk pengurusan dokumen, pemenuhan standar ekspor, serta pemahaman alur logistik.

“Selain aspek administrasi, kami juga membantu membuka akses pembiayaan. Pelaku usaha yang memenuhi kriteria akan diarahkan ke lembaga pembiayaan agar usahanya bisa berkembang dan kapasitas produksinya meningkat,” jelasnya.

Salah satu upaya konkret yang dijalankan adalah Program Klinik Ekspor. Program ini dirancang sebagai layanan konsultasi intensif yang memberikan pendampingan langsung kepada UMKM dan IKM yang ingin menembus pasar luar negeri.

“Di Klinik Ekspor, pelaku usaha akan dibimbing mulai dari persiapan dokumen, pemenuhan regulasi negara tujuan, pemanfaatan fasilitas kepabeanan untuk menekan biaya logistik, hingga simulasi alur ekspor dari awal sampai akhir,” kata Gustaf.

Hasil dari program tersebut mulai terlihat. Sejumlah UMKM binaan berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara. Di antaranya, Ali Giyono yang mengekspor ikan betutu ke Malaysia sejak 2023, PT Berkah Iwak Barito yang melaksanakan ekspor perdana ikan betutu melalui Bandara Tjilik Riwut pada Mei 2024, serta PT Tirta Haring Borneo dan CV Hentom Kurnia Aquarium yang mengekspor ikan hias ke Singapura. Selain itu, produk tanaman hias dari Palangka Raya juga telah menembus pasar internasional melalui PT Borneo Aquatic.

Pada Desember 2025, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bea Cukai Palangka Raya juga mencatatkan ekspor perdana berbagai produk unggulan dari sekitar 17 UMKM dan IKM lokal ke Selandia Baru.

Bea Cukai Palangka Raya menegaskan bahwa layanan pendampingan ini terbuka luas bagi seluruh pelaku usaha di wilayah kerjanya.

“Pelaku usaha bisa langsung datang ke KPPBC Tipe Madya Pabean C Palangka Raya atau berkoordinasi melalui dinas terkait di Pemkot Palangka Raya untuk mengetahui jadwal konsultasi dan persyaratan,” tutup Gustaf. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com