AS Mengancam, Greenland Melawan

NUUK — Pemerintah Greenland menegaskan penolakan mutlak terhadap keinginan Amerika Serikat untuk menguasai pulau Arktik tersebut. Otoritas wilayah otonom Denmark itu menyatakan tidak ada ruang kompromi terhadap rencana pengambilalihan, apa pun bentuk dan alasannya.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP pada Senin (12/01/2026), pemerintah Greenland menyampaikan sikap keras terhadap manuver Washington. “Keinginan Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland adalah sesuatu yang sama sekali tidak bisa kami terima, dalam kondisi apa pun,” demikian pernyataan pemerintah Greenland.

Penegasan itu disampaikan menyusul pernyataan berulang Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menghidupkan ambisi membawa Greenland ke bawah kendali Washington. Trump bahkan mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat siap bertindak untuk mencapai tujuan tersebut.

Ancaman tersebut sebelumnya dilontarkan Trump pada Jumat (09/01/2026) malam waktu setempat. “Amerika Serikat akan melakukan langkah terhadap Greenland, terlepas dari apakah pihak lain menyukainya atau tidak,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Merespons tekanan tersebut, Greenland menegaskan akan memperkuat pertahanan wilayah melalui kerja sama dengan NATO. Langkah ini dinilai sebagai cara paling realistis untuk menjaga keamanan kawasan Arktik tanpa harus mengorbankan kedaulatan.

Sikap serupa juga disuarakan secara bulat oleh seluruh partai politik di parlemen Greenland. Para pemimpin politik menegaskan identitas dan masa depan Greenland tidak bisa ditentukan oleh negara lain. “Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami juga tidak ingin terus menjadi orang Denmark. Kami ingin diakui sebagai bangsa Greenland,” tegas para pemimpin lima partai parlemen Greenland.

Tekanan dari Washington memicu kegelisahan di Eropa. Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat disebut tengah menyusun respons terkoordinasi setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump tetap membuka opsi pembelian Greenland dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Denmark dan negara-negara Eropa lainnya menyatakan keterkejutan atas pernyataan Trump. Greenland dipandang sebagai wilayah strategis karena posisinya di antara Amerika Utara dan Arktik, serta keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat yang telah beroperasi sejak Perang Dunia II.

Bagi Greenland, penegasan ini menjadi pesan terbuka bahwa pulau Arktik tersebut bukan komoditas geopolitik yang dapat diperdagangkan, sekaligus garis tegas bahwa kedaulatan nasional adalah harga mati. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com