TEHERAN – Puluhan ribu warga Iran turun ke jalanan Teheran pada Senin (12/01/2026) waktu setempat, mengikuti aksi pro-pemerintah yang sengaja digelar sebagai tandingan atas gelombang protes anti-pemerintah yang tengah mengguncang negara itu. Presiden Masoud Pezeshkian terlihat hadir langsung, berjalan di tengah kerumunan pendukung pemerintah.
Media pemerintah Iran menayangkan kerumunan yang memenuhi jalanan ibu kota sebelum berkumpul di Alun-alun Enqelab, dalam aksi bertajuk “Pemberontakan Iran Melawan Terorisme Amerika-Zionis”. Tayangan itu disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi nasional dan dikutip oleh The Guardian pada Selasa (13/01/2026).
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pidato di hadapan ribuan demonstran. Ia menekankan bahwa Iran tengah menghadapi “empat perang sekaligus” melawan tekanan asing.
“Kami sedang menghadapi perang ekonomi, perang psikologis, perang militer dari AS dan Israel, dan hari ini, perang melawan terorisme,” tegas Ghalibaf di hadapan pendukung pemerintah.
Dalam aksi yang dikemas sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan Barat, para demonstran berteriak, “Matilah Israel, Matilah Amerika”, seruan yang terdengar nyaring di seluruh Alun-alun Enqelab. Ghalibaf menambahkan bahwa militer Iran siap memberikan “pelajaran yang tak akan terlupakan” bagi Presiden Amerika Serikat jika nekat menyerang Iran.
Hadir pula dalam aksi ini Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyapa pendukung pemerintah sambil memastikan kepada diplomat asing bahwa situasi “sepenuhnya terkendali”. Pezeshkian menggambarkan aksi ini sebagai wujud “kewaspadaan dan tanggung jawab yang tak tertandingi” demi membela cita-cita agama dan nasional.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak hadir langsung, namun mengirim pesan melalui televisi pemerintah, menyatakan bahwa aksi besar-besaran ini telah menggagalkan upaya lawan-lawan asing yang menggunakan agen domestik untuk mengacaukan stabilitas negara.
Kantor berita Fars menyebut jumlah peserta mencapai 3 juta orang. Gelombang aksi ini menandai upaya pemerintah Iran menampilkan citra stabilitas, di tengah protes anti-pemerintah yang terbesar sejak tahun 2009. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan