JAWA BARAT – Kasus pembunuhan terapis spa berinisial SM (23) di Kayuringin, Kota Bekasi, mengungkap sisi gelap relasi asmara yang dibangun secara sembunyi-sembunyi. Pelaku, Ahmad Riansah alias Delon, yang mengaku sebagai suami siri korban, kini telah ditangkap polisi. Motif pembunuhan masih terus didalami penyidik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan proses pendalaman motif masih berjalan. “Penyidik masih menggali secara menyeluruh latar belakang dan motif peristiwa ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/01/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, Ahmad mengakui menghabisi nyawa korban dengan cara memiting leher SM hingga tak bernyawa. Penangkapan dilakukan pada Minggu (11/01/2026) malam di Kampung Sanding, Kabupaten Lebak, Banten, tepat di depan rumah orang tua pelaku.
Polisi mengungkap, hubungan keduanya kerap diwarnai konflik. Ahmad mengaku tidak mendapat restu keluarga korban dan diliputi rasa cemburu berlebihan. Kecemburuan itu memuncak setelah ia menyadap percakapan WhatsApp korban dengan pelanggan tempatnya bekerja sebagai terapis.
Menurut pengakuan pelaku kepada penyidik, korban sempat memprotes tindakan penyadapan tersebut. “Pelaku merasa dikhianati dan emosi ketika mengetahui korban masih berkomunikasi dengan pelanggan,” tutur seorang penyidik yang menangani perkara ini.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (07/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di sebuah kamar kos di kawasan Kayuringin. Usai membunuh korban, Ahmad sempat berada di dalam kamar selama sekitar 30 menit. Ia kemudian keluar untuk membeli cairan pembersih dengan niat mengakhiri hidupnya sendiri. Namun upaya bunuh diri tersebut gagal karena pelaku muntah-muntah setelah menenggaknya.
Jasad SM baru ditemukan pada malam hari, sekitar pukul 20.26 WIB, setelah keluarga korban meminta kerabat mengecek kondisi korban yang tak bisa dihubungi. Pintu kamar kos akhirnya dibuka menggunakan kunci cadangan, dan korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan berbasis relasi personal yang berujung fatal. Polisi masih menelusuri kemungkinan tindak pidana lain, termasuk dugaan pengurasan rekening korban. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan