TANAH LAUT – Kecelakaan lalu lintas menghebohkan terjadi di jalur poros Pelaihari–Pantai Takisung, tepatnya di kawasan Kabuau (Bekatung), Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, pada Selasa (13/01/2026) sekitar pukul 22.15 Wita. Insiden ini langsung menyita perhatian warga karena kondisi kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan ekstrem.
Tak butuh waktu lama, rekaman video dan foto kecelakaan tersebut beredar luas di berbagai grup media sosial. Dalam tayangan yang beredar, sebuah mobil MPV berwarna putih tampak ringsek parah di bagian depan, bahkan kerusakan nyaris menembus area kabin pengemudi setelah menghantam pohon di pinggir jalan.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kecelakaan bermula saat mobil MPV tersebut bersenggolan dengan sepeda motor Honda Vario. Keduanya diketahui melaju searah menuju Pantai Takisung. Setelah bersentuhan, mobil kehilangan kendali dan akhirnya menghantam pohon dengan keras.
Relawan yang turut membantu proses evakuasi mengungkapkan, berdasarkan keterangan awal pengemudi mobil, sepeda motor di depannya diduga melakukan pengereman mendadak, sementara lampu rem tidak menyala. Kondisi itu membuat pengemudi mobil refleks membanting setir untuk menghindar.
Upaya tersebut justru berujung fatal. Mobil tetap mengenai sepeda motor, lalu oleng, berputar, dan berhenti dalam posisi menghadap kembali ke arah Pelaihari. Benturan keras meninggalkan kerusakan serius pada kendaraan.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat, termasuk patah pada bagian kaki serta sejumlah luka lainnya. Korban langsung dievakuasi relawan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu rumah sakit swasta di Pelaihari untuk mendapatkan penanganan medis.
Yang menjadi sorotan publik, pengemudi mobil MPV justru selamat tanpa mengalami luka. Fakta ini memicu beragam reaksi warganet, bahkan sebagian menyebutnya sebagai kejadian yang “di luar nalar”, mengingat tingkat kerusakan kendaraan yang sangat parah.
Diduga kuat, keselamatan pengemudi dipengaruhi oleh sistem keselamatan kendaraan yang bekerja optimal. Airbag disebut mengembang tepat saat benturan, sehingga mampu meredam dampak tabrakan. Selain itu, pintu mobil dilaporkan terbuka saat kejadian, membuat pengemudi terdorong keluar dan terhindar dari cedera serius.
Sejumlah saksi juga mengaku mendengar suara keras menyerupai ledakan kecil sesaat sebelum mobil berhenti. Suara tersebut diduga berasal dari airbag yang mengembang, yang memang kerap menimbulkan bunyi cukup keras.
Norman, warga Pelaihari yang melintas dan sempat berhenti di lokasi kejadian, mengaku merinding melihat kondisi mobil tersebut.
“Waktu melihat langsung kondisinya, rasanya sulit dipercaya pengemudinya bisa selamat. Bagian depan mobil sudah hancur sampai dekat kemudi,” tuturnya pada Rabu (14/01/2026).
Menurutnya, jika melihat tingkat kerusakan kendaraan, secara logika korban seharusnya mengalami luka serius. “Tapi nyatanya sopirnya tidak apa-apa. Ini benar-benar bikin banyak orang tercengang,” ujarnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penelusuran lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan