BERAU – Penataan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Deretan lampu jalan yang tampak berdempetan di depan Kantor Kejaksaan Negeri Berau memunculkan tanda tanya publik soal efektivitas perencanaan dan potensi pemborosan anggaran daerah.
Kondisi tersebut diduga terjadi akibat tumpang tindih pekerjaan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, yang sama-sama memasang lampu penerangan di lokasi berdekatan tanpa koordinasi matang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Berau, Noorhasani, mengakui bahwa persoalan ini kerap muncul di lapangan. Menurutnya, Dishub memiliki perencanaan teknis tersendiri, namun di sisi lain DPUPR juga melakukan pemasangan lampu dalam paket pekerjaan peningkatan atau perbaikan jalan.
“Perencanaannya tentu ada dan dihitung secara teknis. Namun di lapangan sering terjadi tumpang tindih, karena pada pekerjaan jalan oleh PUPR juga dipasang lampu, termasuk lampu hias yang secara bentuk dan ketinggian menyerupai PJU,” ujar Noorhasani saat ditemui di Kantor Dishub Berau, Selasa (13/01/2026).
Ia menjelaskan, minimnya sinkronisasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) membuat hasil akhir terlihat tidak efisien. Akibatnya, beberapa titik penerangan tampak saling berdekatan dan memunculkan kesan pemasangan tanpa perencanaan terpadu. “Pelaksanaannya berjalan sendiri-sendiri. Itu sebabnya di beberapa lokasi terlihat berdempetan,” katanya.
Dishub Berau, lanjut Noorhasani, berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah aset PJU tersebut resmi diserahterimakan dari DPUPR dan masuk masa pemeliharaan. Lampu yang dinilai tidak tepat posisi akan dipindahkan. “Kalau asetnya sudah menjadi tanggung jawab kami, tentu akan kami benahi. Lampu yang posisinya kurang pas atau terlalu dekat akan direlokasi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, persoalan serupa sebelumnya juga terjadi di Jalan Murjani II, di mana dalam satu ruas jalan terdapat PJU Dishub, PJU tenaga surya, PJU hasil pekerjaan PUPR, hingga lampu dari program CSR perusahaan. “Sebagian memang terlalu dekat satu sama lain. Itu juga akan kami evaluasi,” ujarnya.
Sementara untuk PJU di jalur menuju Bandara Kalimarau, Noorhasani menyebut lampu tersebut merupakan proyek lama DPUPR. Sejumlah titik kini sudah kembali menyala setelah dilakukan perbaikan, meski masih ada lampu mati di beberapa segmen, terutama di bagian tengah jalur. “Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala. Namun perbaikan dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan