BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai mengerucutkan arah pengembangan ekonomi kreatif tahun ini. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sub sektor kuliner dan seni pertunjukan dipilih sebagai prioritas utama pelatihan dan sertifikasi, sementara sektor lainnya harus menunggu giliran.
Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, menyebut keputusan tersebut diambil setelah menimbang dampak ekonomi dan kesiapan pelaku usaha di lapangan.
“Dengan keterbatasan anggaran, kami harus menentukan fokus. Tahun ini pelatihan belum bisa menyentuh seluruh sub sektor ekonomi kreatif,” jelasnya saat ditemui Rabu (14/01/2026).
Sub sektor kuliner ditetapkan sebagai target utama, khususnya pelatihan dan sertifikasi barista kopi. Kuliner dinilai sebagai tulang punggung ekonomi kreatif Berau karena jumlah pelakunya besar dan efek ekonominya cepat dirasakan masyarakat.
“Kuliner adalah talenta unggulan Berau. Dampaknya langsung ke pendapatan pelaku usaha dan tenaga kerja,” ujarnya.
Selain jumlah pelaku yang banyak, kuliner juga dinilai paling siap mengikuti sertifikasi karena telah memiliki skema kompetensi yang jelas, mulai dari pengolahan makanan, penyajian, hingga pelayanan restoran dan kafe. Program ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan standar mutu, higienitas, dan keamanan pangan.
“Bagi daerah tujuan wisata, kepercayaan konsumen itu penting. Keamanan pangan dan kebersihan tidak bisa ditawar,” tegas Nurjatiah.
Tak hanya kuliner, seni pertunjukan khususnya teater juga masuk daftar prioritas. Alasannya, satu pementasan teater mampu menggerakkan banyak sub sektor ekonomi kreatif secara bersamaan.
“Teater itu lintas disiplin. Dalam satu pertunjukan, banyak pelaku ekraf terlibat, dari seni peran, musik, tari, tata rias, busana, hingga desain panggung,” ungkapnya.
Selain bernilai ekonomi, teater dinilai efektif sebagai medium penguatan identitas lokal Berau. Cerita rakyat, sejarah daerah, hingga isu sosial dan lingkungan dapat disampaikan secara kreatif dan mudah diterima publik.
Nurjatiah berharap, ke depan cakupan pelatihan dan sertifikasi bisa diperluas ke lebih banyak sub sektor ekonomi kreatif, seiring meningkatnya dukungan anggaran.
“Kami ingin semua pelaku ekraf Berau punya kesempatan meningkatkan kompetensi dan daya saing, tapi tentu harus bertahap,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan