KUTAI TIMUR – Ketenteraman malam warga Gang Banjar 4B, Kelurahan Teluk Lingga, Kabupaten Kutai Timur, pecah seketika pada Rabu malam (14/01/2026). Seekor buaya muara berukuran besar tiba-tiba muncul dari sungai dan merangsek hingga ke halaman rumah warga, menciptakan kepanikan di kawasan padat permukiman tersebut.
Reptil buas yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 2,5 meter itu terlihat bergerak perlahan di area yang hanya berjarak beberapa meter dari pintu rumah warga. Penampakan tersebut pertama kali disadari penghuni rumah yang melihat pergerakan mencurigakan berupa bayangan besar di bawah cahaya lampu malam.
Teriakan warga sontak memecah keheningan. Dalam hitungan menit, laporan pun masuk ke relawan dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kutai Timur. Tim Rescue Damkar Kutim segera diterjunkan dengan perlengkapan khusus untuk mengantisipasi risiko serangan.
Kepala Regu Rescue Damkar Kutim, Agus Kurniadi, menyebut kemunculan buaya tersebut masuk kategori berbahaya karena ukurannya cukup besar dan berada sangat dekat dengan aktivitas warga.
“Ini bukan buaya kecil. Ukurannya cukup signifikan dan jelas berisiko jika dibiarkan berkeliaran di lingkungan warga,” jelas Agus.
Ia menuturkan, proses penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak membahayakan masyarakat maupun petugas. Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut direncanakan akan diserahkan kepada pihak berwenang yang memiliki kewenangan dalam penanganan satwa liar.
“Langkah kami fokus pada pengamanan. Selanjutnya akan diserahkan ke lembaga yang berkompeten agar tidak menimbulkan konflik lanjutan,” katanya.
Agus juga mengingatkan bahwa kawasan Teluk Lingga memang berbatasan langsung dengan habitat alami buaya muara. Kondisi tersebut membuat potensi kemunculan satwa liar ke permukiman masih sangat mungkin terjadi, terutama saat debit air sungai meningkat.
Sementara itu, Rianto, warga setempat, mengaku kemunculan buaya di wilayah tersebut bukan hal baru. Namun, jarak yang semakin dekat dengan rumah membuat kekhawatiran warga kian memuncak.
“Biasanya terlihat di sungai, tapi sekarang sudah naik ke halaman rumah. Ini jelas mengancam keselamatan kami,” ujarnya dengan nada cemas.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya bertindak saat kejadian, tetapi juga menyiapkan solusi permanen seperti pembangunan pagar pengaman atau turap di sepanjang bantaran sungai.
Hingga Rabu malam, petugas masih melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada buaya lain yang berkeliaran. Warga pun diimbau membatasi aktivitas di sekitar sungai demi menghindari kejadian serupa. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan