Dapoer Ikan Diana, Dari Dapur Rumahan Hingga Jangkau Seluruh Kaltim

SAMARINDA – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Kota Samarinda, Diana Mariana, berhasil mengembangkan bisnis kuliner berbasis olahan ikan yang dirintisnya sejak 2017. Berkat konsistensi, inovasi produk, dan strategi pemasaran, sambal olahan ikan produksi Dapoer Ikan Diana kini telah menjangkau berbagai wilayah di Kota Samarinda hingga sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk Balikpapan, Tenggarong, Bontang, dan Melak.

Diana menceritakan, usaha yang dijalani awalnya hanya produksi rumahan tanpa merek dagang. Ia fokus pada kualitas rasa dan konsistensi produk sebelum memperluas pasar. Setelah lebih dari satu tahun, Diana mendapatkan pendampingan dari instansi pemerintah yang membina UMKM di Samarinda.

“Awalnya di tahun 2017 kami produksi sambal ikan tanpa brand. Setelah sekitar satu tahun lebih, kami bertemu dengan instansi dan masuk sebagai UMKM binaan. Dari situ usaha kami diberi nama Dapoer Ikan Diana,” ujar Diana, saat ditemui di rumah produksi Jalan KS Tubun, Gang Jabal Nur 2 no 7, Samarinda, Kamis (15/01/2026).

Melalui pembinaan tersebut, Diana mendapat kesempatan mengikuti pelatihan kewirausahaan dan pengolahan produk. Pengetahuan yang diperoleh diterapkan untuk meningkatkan kualitas sambal, termasuk inovasi desain dan jenis kemasan agar lebih menarik dan sesuai standar pasar.

Diana Mariana, Pemilik Dapoer Ikan Diana

Saat ini, Dapoer Ikan Diana memproduksi lima varian sambal olahan ikan, antara lain sambal baby cumi, ikan haruan, ikan cakalang, udang rebon, dan kulit ayam. Menyusul masukan dari konsumen, Diana menambah varian baru seperti sambal kepiting, sambal bawang, sambal cumi, dan sambal mandai, yang mulai diproduksi pada 2025.

Produk dijual mulai Rp25.000 untuk kemasan botol kecil 165 gram, dan Rp35.000 untuk kemasan premium 120 gram. Perbedaan harga disesuaikan kualitas bahan dan kemasan, sebagian besar diimpor dari luar kota.

Diana juga memanfaatkan saluran pemasaran modern. Produk Dapoer Ikan Diana tersedia di sekitar 50 ritel di Samarinda, serta platform daring GrabMart dan ShopeeFood. Ke depan, ia berencana memperluas distribusi hingga wilayah Berau.

“Untuk area Kaltim, penjualan sudah cukup luas. Di Samarinda sendiri kami bekerja sama dengan sekitar 50 ritel. Selain itu, penjualan juga dilakukan secara daring melalui platform GrabMart dan ShopeeFood,” jelas Diana.

Dalam proses produksi, Diana menyesuaikan jumlah olahan dengan ketersediaan bahan baku. Dalam satu kali produksi, ia dapat mengolah hingga 120 kilogram bahan dengan bantuan dua pekerja.

Dengan strategi pengembangan produk, ekspansi jaringan pemasaran, dan dukungan instansi terkait, Diana optimistis Dapoer Ikan Diana dapat terus berkembang, menjadi salah satu produk unggulan UMKM berbasis olahan perikanan di Samarinda dan Kaltim. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com