NUNUKAN – Kepanikan sempat melanda sebuah keluarga di Kampung Jawa, Kecamatan Nunukan Barat, setelah seekor anak ular kobra ditemukan berada di dalam rumah mereka. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (15/01/2026) siang dan langsung mendapat penanganan dari tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Nunukan.
Ular berbisa dengan panjang sekitar setengah meter itu ditemukan berada di ruang tamu rumah milik Rahmat (46), warga RT 08 Kampung Jawa. Keberadaan reptil berbahaya tersebut membuat penghuni rumah panik, terlebih karena tidak diketahui dari mana ular itu masuk ke dalam rumah.
Rahmat mengaku awalnya terkejut saat melihat ular kobra berada di dalam rumah. Ia bersama keluarganya memilih menjauh demi menghindari risiko gigitan. Menyadari bahaya yang mengancam keselamatan, keluarga tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan evakuasi.
Komandan Pleton Rescue Damkar Nunukan, Muhammad Aminuddin, mengatakan laporan dari warga segera ditindaklanjuti. Tim rescue langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa perlengkapan khusus penanganan satwa berbahaya. “Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak ke lokasi dengan peralatan standar evakuasi, seperti stik penangkap ular dan alat pelindung diri,” ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung cepat dan aman. Ular kobra tersebut berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka pada warga sekitar.
Meski masih berukuran kecil, Aminuddin menegaskan bahwa anak ular kobra tetap berbahaya dan tidak boleh dianggap remeh. “Walaupun masih anakan, kobra tetap memiliki bisa. Memang jumlah racunnya lebih sedikit dibandingkan yang dewasa, tetapi dampaknya tetap berisiko tinggi jika terjadi gigitan,” jelasnya.
Menurut Aminuddin, racun pada ular kobra berfungsi sebagai alat pertahanan diri sekaligus untuk melumpuhkan mangsa. Oleh karena itu, keberadaan ular jenis ini di kawasan permukiman warga menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya di lingkungan tempat tinggal. “Kalau warga menemukan hewan berbahaya seperti ular kobra, sebaiknya jangan bertindak sendiri. Tetap waspada dan segera lapor ke damkar. Kami siap memberikan pelayanan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman yang berdekatan dengan semak-semak atau area alami yang berpotensi menjadi habitat satwa liar. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan