Viral Pengemis Bawa Anak, Dinsos Tarakan Ungkap Fakta RW

TARAKAN – Keberadaan pengemis yang membawa anak di sejumlah titik Kota Tarakan kembali menyita perhatian publik. Sorotan itu menguat setelah sosok perempuan berinisial RW viral di media sosial karena terlihat mengemis bersama anak-anaknya. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tarakan memberikan klarifikasi terkait penanganan yang telah dilakukan selama ini.

Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinsos Tarakan, Yuanita Priskantari, menegaskan bahwa RW bukanlah kasus baru. Ia menyebut RW telah berada dalam pendampingan pemerintah sejak beberapa tahun lalu. “Perempuan yang viral itu sebenarnya sudah lama kami tangani. Sejak tahun 2021, RW sudah masuk dalam pendampingan Dinas Sosial,” ujar Yuanita saat dikonfirmasi, Kamis (15/01/2026).

Menurutnya, RW memiliki banyak anak dan berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Karena itu, Dinsos mengambil langkah perlindungan terhadap anak-anak RW, termasuk merujuk sebagian dari mereka ke panti sosial. “Karena kondisi ekonominya sangat memprihatinkan dan anaknya cukup banyak, beberapa anak kami rujuk ke panti agar kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi,” jelasnya.

Yuanita mengungkapkan, RW bersama anak-anaknya sempat ditempatkan di Panti Dhuafa Juata Permai. Bahkan, salah satu anak RW juga difasilitasi untuk mengikuti pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. “Selama di panti, semua kebutuhan dasarnya kami penuhi. Makan terjamin, tempat tinggal ada, kebutuhan bayi juga disiapkan, bahkan anaknya kami sekolahkan,” katanya.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. RW disebut kerap meninggalkan panti dan kembali hidup di jalanan. “Masalahnya, yang bersangkutan ini tidak betah tinggal di panti. Sudah beberapa kali kami tempatkan, tapi selalu pergi lagi,” ungkap Yuanita.

Dalam proses pendampingan, RW juga beberapa kali ditemukan dalam kondisi hamil dan melahirkan, sebelum akhirnya kembali menghilang. “Beberapa kali dia datang dalam kondisi hamil, lalu melahirkan, setelah itu pergi lagi. Saat kami temukan kembali, kondisinya sudah hamil lagi,” bebernya.

Dinsos Tarakan mengaku telah melakukan berbagai pendekatan, termasuk bekerja sama dengan Baznas dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, namun belum membuahkan hasil. “Kami sudah melakukan pendekatan persuasif berkali-kali, tapi belum berhasil. Kami juga tidak bisa memaksa karena secara mental yang bersangkutan dinilai cukup normal dan bisa berkomunikasi dengan baik,” tegas Yuanita.

Saat ini, RW diketahui kembali hidup berpindah-pindah dengan cara mengemis. Dinsos menyatakan akan terus melakukan pemantauan, terutama demi melindungi tumbuh kembang anak-anak RW. “Yang paling kami khawatirkan adalah anak-anaknya, terutama bayi yang masih sangat rentan jika terus hidup di jalan,” pungkasnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com