Longsor Subuh Hari, Rumah Warga Kampung Timur Hancur

BONTANG – Longsor menghantam 5 rumah warga di Kampung Timur, RT 01, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (15/01/2026). Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi hampir 3 menit, memperlihatkan material pasir bercampur tanah dan air hujan menimbun kediaman warga, menimbulkan kerusakan parah.

Seorang warga yang merekam video mengungkap, longsor terjadi di lokasi bekas tambang pasir atau galian C yang berada di atas permukiman. “Di atas itu jebol. Tambang di atas bekas tambang pasir. Saya kurang tahu ini milik siapa,” kata perekam sambil menunjuk titik awal longsor.

Material yang menghantam rumah warga membuat sebagian besar barang mereka nyaris tak bisa diselamatkan. “Di samping rumah ini tenggelam. Semuanya pasir. Jam 5 subuh tiba-tiba datang dari atas,” ujarnya.

Dalam rekaman lain, terlihat pasir dan air masuk ke rumah warga, merusak bangunan serta perabotan. Perekam menjelaskan, hujan deras sekitar pukul 03.00 Wita kemungkinan memicu longsor yang terjadi dua jam kemudian. “Tiba-tiba pasir datang. Ini bekas tambang. Kita belum tahu pemiliknya. Rumah orang jebol karena pasir dan air,” tambahnya.

Warga menilai, meski kejadian longsor bukan yang pertama di Kampung Timur, peristiwa kali ini merupakan yang paling parah. “Ini jebol lagi. Sebelumnya bendungan jebol juga, tapi ini yang terparah. Parah sekali,” katanya.

Longsor di lokasi yang sama pertama terjadi Rabu (05/03/2025), akibat lubang galian C yang terisi air dan meluap ke rumah warga serta jalan utama. Namun, dampak kejadian tahun ini jauh lebih serius, menimbun rumah warga dengan pasir dan air hujan.

Warga berharap pemerintah dan kelurahan segera memberi solusi untuk mencegah kerugian lebih lanjut. “Jadi sama pemerintah, kelurahan, kasihkan kami solusi,” pinta perekam video.

Menurut perekam, longsor dipicu oleh kombinasi hujan deras dan aktivitas bekas tambang yang tidak diperhatikan, sehingga menimbulkan risiko tinggi bagi warga di bawahnya. “Hujannya tadi malam sekitar jam 3 subuh. Nah ini jebol di atas sekitar jam 5-an. Tiba-tiba datang semua pasir dan air,” katanya.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan bekas tambang dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan. Pemerintah diharapkan melakukan evaluasi dan langkah mitigasi agar bencana serupa tidak menelan korban lebih besar di masa mendatang. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com