BONTANG — Akses lalu lintas di Poros Bontang–Samarinda, tepatnya Km 68, Kecamatan Marangkayu, lumpuh total pada Jumat (16/01/2026) dini hari. Penyebabnya, sebuah truk kontainer melintang di badan jalan dan menghalangi kedua arah arus kendaraan.
Kondisi tersebut memicu kemacetan panjang sejak pukul 03.00 Wita, membuat pengendara dari kedua arah kesulitan melintasi jalur utama. Banyak kendaraan, terutama dari arah Bontang, terpaksa memutar balik dan memilih jalur alternatif melalui pesisir Marangkayu. “Dari Bontang, kami banyak yang harus putar balik. Jalur alternatif memang lebih jauh, tapi satu-satunya cara agar bisa sampai tujuan,” ujar Susanto, salah seorang pengendara, Jumat pagi.
Menurutnya, lokasi kejadian berada persis dekat pabrik tahu, setelah Simpang Marangkayu jika datang dari arah Bontang. Meski jam menunjukkan subuh, antrean kendaraan tampak mengular hingga ratusan meter. “Ini sudah subuh, tapi macet total. Truk itu melintang persis di tengah jalan, membuat semua kendaraan berhenti,” tambah Susanto.
Warga setempat mengeluhkan kejadian serupa yang kerap terulang. Truk bermuatan berat, menurut mereka, sering mengalami kendala teknis hingga menutup jalur utama dan menghambat arus lalu lintas. “Awal tahun saja, beberapa kali perjalanan terganggu karena truk besar. Kalau kondisinya begini, semua kegiatan warga dan logistik terganggu,” keluh Slamet, warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Bontang melalui Kasat Lantas AKP Purwo belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kejadian tersebut. Aparat kepolisian dan petugas lalu lintas diharapkan segera turun tangan untuk membuka akses jalan dan mengurai kemacetan.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara dan pelaku usaha yang menggunakan jalur utama Bontang–Samarinda. Jalan poros tersebut menjadi salah satu rute vital bagi distribusi barang dan transportasi masyarakat, sehingga gangguan kecil saja dapat berdampak luas. “Kalau jalur utama lumpuh, tidak hanya kendaraan pribadi terganggu. Barang dan logistik juga ikut tertahan. Kami harap pihak berwenang segera bertindak,” ujar Wawan, sopir truk lokal.
Sementara itu, sejumlah pengendara memilih bersabar dan menunggu hingga truk berhasil dievakuasi, meski waktu tempuh mereka menjadi bertambah berjam-jam. Kejadian ini menjadi peringatan penting mengenai keselamatan dan pengaturan truk bermuatan berat di jalur poros Bontang–Samarinda, agar kemacetan ekstrem seperti ini tidak terulang. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan