KOTAWARINGIN TIMUR – Aksi ugal-ugalan di jalan raya kembali merenggut nyawa. Seorang pemuda tewas setelah melakukan aksi berbahaya dengan sepeda motor di Jalan Cilik Riwut Kilometer 4,5, tepat di depan Stadion 29 Nopember Sampit, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Jumat malam (16/01/2026).
Korban yang hingga kini belum diketahui identitas lengkapnya diduga kerap melakukan atraksi standing dengan sepeda motor Honda Vario. Berdasarkan keterangan warga, pemuda tersebut terlihat mondar-mandir di kawasan Jalan Cilik Riwut sebelum kecelakaan maut terjadi.
Sekitar pukul 22.00 WIB, korban kembali melintas dari arah Sampit menuju Palangka Raya. Saat itu, ia diduga mengangkat roda depan sepeda motor sambil melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Namun, ketika hendak berputar arah, korban kehilangan kendali hingga sepeda motornya oleng dan menghantam dua unit mobil milik warga yang terparkir di sekitar lokasi.
Seorang saksi mata, Suhardi, mengatakan bahwa aksi korban sudah menarik perhatian warga sejak beberapa saat sebelum kejadian. “Dia sudah beberapa kali lewat sambil angkat roda depan. Kelihatannya seperti pamer. Pas putar balik, motornya langsung jatuh dan menghantam mobil,” ujar Suhardi saat ditemui di lokasi, Jumat (16/01/2026) malam.
Menurut Suhardi, sepeda motor yang digunakan korban bukan milik pribadi. “Setahu saya itu motor pinjaman. Katanya korban masih anak sekolah, tapi saya tidak kenal namanya,” tambahnya.
Benturan keras membuat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban mengalami kerusakan parah. Rangka motor dilaporkan patah, sementara ban depan terlepas dari bodi. Dua unit mobil yang tertabrak juga mengalami kerusakan dan langsung diamankan petugas sebagai barang bukti.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban. Dalam kondisi kritis, korban dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, sekitar pukul 23.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya. “Korban datang dengan kondisi sangat parah dan tidak tertolong,” ujar salah satu petugas medis.
Hingga Jumat (16/01/2026) malam, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas korban maupun hasil penyelidikan awal atas kecelakaan tersebut. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan