Getaran Kuat, Lantai Rusak, Jembatan Sampit Disorot

KOTAWARINGIN TIMUR – Jembatan Sei Mentawa di Jalan Kapten Mulyono kembali menjadi sorotan warga Kota Sampit. Kondisi jembatan kayu yang telah berusia puluhan tahun itu dinilai semakin membahayakan pengguna jalan dan memicu kekhawatiran serius, terutama bagi pengendara sepeda motor dan warga yang melintas setiap hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju saat melewati jembatan tersebut. Sejumlah papan lantai terlihat aus, tidak rata, bahkan mulai berlubang. Besi pelapis lantai jembatan pun tampak melendut, menandakan kelelahan struktur yang kian mengkhawatirkan.

Getaran kuat masih terasa setiap kali kendaraan melintas, terutama truk bertonase besar. Situasi dinilai semakin berisiko saat hujan turun, karena permukaan lantai menjadi licin dan celah antar papan dapat menjebak ban kendaraan kecil.

Warga menilai kerusakan Jembatan Kapten Mulyono bukan persoalan baru. Perbaikan yang dilakukan selama ini disebut hanya bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan. Akibatnya, kerusakan kembali muncul dalam waktu relatif singkat.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Jesika, mengatakan setiap kali melintas di jembatan tersebut dirinya selalu diliputi rasa waswas. Menurutnya, kondisi jembatan justru semakin memburuk dari tahun ke tahun. “Setiap lewat sini rasanya tidak pernah benar-benar tenang. Dari dulu rusak, sekarang malah makin parah,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (16/01/2026).

Ia menambahkan, lalu lintas kendaraan berat diduga mempercepat kerusakan jembatan. Truk bermuatan besar, khususnya pengangkut CPO, kerap melintas pada sore hingga malam hari. “Truk-truk besar sering lewat dan kelihatannya bebannya sudah tidak sesuai dengan kekuatan jembatan. Habis diperbaiki, tidak lama rusak lagi,” tuturnya.

Jesika juga menyebut sepanjang tahun 2025, jembatan tersebut sudah beberapa kali mendapat perbaikan. Namun, hasilnya dinilai tidak bertahan lama dan hanya bersifat tambal sulam.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah serius dan permanen. Pembangunan ulang jembatan dinilai lebih mendesak dibandingkan perbaikan sementara.
“Setiap hari banyak anak sekolah dan warga yang melintas. Keselamatan seharusnya jadi pertimbangan utama, bukan menunggu sampai ada korban,” ujarnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com