KUTAI BARAT — Penantian panjang warga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terhadap perbaikan jalan nasional akhirnya mulai terjawab. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur resmi merealisasikan proyek perbaikan ruas jalan nasional yang selama ini dikeluhkan karena rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.
Proyek strategis ini digarap dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears) dan ditargetkan tuntas pada akhir 2027. Ruas yang ditangani membentang dari Simpang 3 Blusuh, Kecamatan Siluq Ngurai, hingga Mentiwan, Kecamatan Melak, yang selama ini menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi ekonomi antarkecamatan di Kubar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Kalimantan Timur, Andi M Ruli, menegaskan bahwa penanganan jalan nasional di Kutai Barat masuk kategori prioritas karena tingkat kerusakannya sudah berdampak luas terhadap aktivitas warga.
“Kondisi jalan nasional di Kutai Barat memang memerlukan penanganan serius. Karena itu, kami melaksanakan perbaikan dengan kontrak multiyears yang dimulai sejak Desember 2025 hingga Desember 2027,” ujar Ruli, Jumat, (16/01/2026).
Ruli menyebutkan, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp196 miliar, angka yang mencerminkan besarnya skala pekerjaan yang harus diselesaikan. Meski proyek ini baru akan berjalan optimal setelah seluruh fasilitas pendukung rampung, pekerjaan awal sudah mulai terlihat di lapangan.
Beberapa titik dengan tingkat kerusakan berat, termasuk di wilayah Kecamatan Bentian Besar, telah mendapatkan penanganan awal. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. “Kontrak pekerjaan sudah ditandatangani pada 7 Desember 2025. Saat ini kontraktor mulai bergerak, melakukan persiapan, dan pekerjaan pendahuluan di lapangan,” jelasnya.
Tahap awal pengerjaan difokuskan pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Lubang-lubang besar yang selama ini menjadi momok bagi pengendara ditutup sementara sambil menunggu kesiapan fasilitas produksi utama.
“Sekarang kontraktor masih membangun Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Batching Plant. Sambil menunggu itu rampung, dilakukan penambalan di titik-titik rawan agar tidak membahayakan masyarakat,” ungkap Ruli.
Selain perbaikan badan jalan, sistem drainase juga menjadi perhatian utama. Menurut Ruli, kerusakan jalan di Kubar tidak semata akibat beban kendaraan berat, melainkan juga dipicu buruknya aliran air yang menyebabkan genangan, terutama saat musim hujan. “Drainase menjadi pekerjaan penting. Panjangnya cukup signifikan dan harus dibenahi agar ke depan kerusakan jalan tidak terus berulang,” katanya.
Dengan dimulainya proyek ini, BBPJN Kaltim meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Ruli memastikan seluruh tahapan dirancang agar pada awal Desember 2027, jalan nasional di Kutai Barat sudah berada dalam kondisi mantap, aman, dan nyaman dilalui. “Target kami jelas, pada awal Desember 2027 jalan nasional ini sudah layak dan mulus digunakan,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan