Hanyut Saat Berenang, Bocah di Jambi Ditemukan Meninggal

JAMBI – Pencarian terhadap seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Buntung, Kota Jambi, akhirnya berakhir duka. Setelah hampir enam jam pencarian intensif, jasad korban ditemukan oleh warga bersama pihak keluarga pada Sabtu sore (17/01/2026). Korban diketahui bernama Fariz (11), seorang anak laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat berenang bersama teman-temannya.

Humas Basarnas Jambi, M Luthfi, membenarkan penemuan jasad korban tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian cukup panjang. Warga bersama keluarga lebih dulu menemukan jasad Fariz, kemudian korban dibawa ke rumah sakit dan selanjutnya ke rumah duka,” ujar Luthfi saat dikonfirmasi, Sabtu (17/01/2026).

Peristiwa tragis ini terjadi di aliran Sungai Buntung, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tenggelam saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Saat kejadian, Fariz diketahui tengah bermain dan berenang di sungai bersama beberapa orang temannya.

Menurut keterangan saksi mata, korban sempat terlihat berenang di sekitar area jembatan Sungai Buntung sekitar pukul 13.30 WIB. Namun, derasnya arus sungai yang dipicu hujan serta dugaan kelelahan membuat korban tidak mampu bertahan.

“Korban diduga kehabisan tenaga saat berenang. Arus sungai cukup kuat sehingga korban terseret dan tenggelam,” jelas Luthfi.

Setelah korban dinyatakan hilang, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Basarnas Jambi menerima laporan dari seorang warga bernama Jaka sekitar pukul 15.30 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, satu tim SAR yang terdiri dari delapan personel segera diterjunkan ke lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan berbagai metode, termasuk penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Peralatan yang dikerahkan meliputi kendaraan rescue, perahu karet, perlengkapan selam, drone thermal, serta perangkat komunikasi dan navigasi.

Meski upaya pencarian dilakukan secara maksimal, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. “Saat operasi berlangsung, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi. Hal ini tentu memengaruhi jarak pandang dan debit air sungai,” kata Luthfi.

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih ketika cuaca buruk.

“Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada, karena arus sungai bisa berubah sangat cepat saat hujan,” tutupnya. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com