SAMBAS – Warga Jalan Ma’had Usman RT 015/RW 008, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Kalimantan Barat, dikejutkan oleh peristiwa penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di dalam rumahnya, Kamis 15 Januari 2026 pagi. Korban diketahui berinisial K (47), seorang petani yang berdomisili di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 09.45 WIB ketika seorang perempuan berinisial Ds, yang merupakan istri siri korban, kembali ke rumah setelah berbelanja kebutuhan dapur. Saat tiba, saksi mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada respons ketika dipanggil.
Merasa curiga, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu rumah secara paksa. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tergantung di salah satu bagian rumah.
“Begitu pintu dibuka, korban ditemukan sudah tergantung. Saksi langsung panik dan meminta bantuan warga sekitar, lalu melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujar Kapolsek Singkawang Utara AKP Jawawi saat dikonfirmasi, Sabtu (17/01/2026).
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Singkawang Utara bersama unsur Polres Singkawang segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, serta menghimpun keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.
AKP Jawawi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan warga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Polisi juga mengungkapkan bahwa korban diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
“Dari informasi yang kami peroleh, korban sudah tidak bekerja sekitar tiga bulan. Namun hingga saat ini, kami masih mendalami latar belakang dan kondisi korban sebelum kejadian,” kata Jawawi.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa keluarga korban telah menolak dilakukan autopsi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat dan menyisakan duka mendalam. Aparat kepolisian pun mengingatkan pentingnya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi individu yang mengalami tekanan ekonomi maupun psikologis.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Jika melihat tanda-tanda tekanan mental atau masalah sosial, segera berkomunikasi dan laporkan agar bisa dicegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas AKP Jawawi. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan