BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus mendorong pelestarian olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas daerah. Salah satu upaya tersebut terlihat melalui pelaksanaan lomba perahu naga terbuka yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala.
Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba perahu naga tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan olahraga dayung yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan daerah.
“Perlombaan ini bukan sekadar memeriahkan peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menjaga dan mengembangkan cabang olahraga dayung yang telah lama melekat dengan masyarakat Barito Kuala,” ujar Herman Susilo.
Ia menilai, melalui kompetisi terbuka seperti ini, semangat para atlet dapat terus terjaga sekaligus memacu munculnya bibit-bibit atlet baru. Dengan demikian, prestasi yang telah diraih selama ini diharapkan mampu dipertahankan, bahkan ditingkatkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Ajang ini mampu membangkitkan motivasi atlet agar terus berlatih dan berprestasi, sehingga nama daerah dapat terus harum, baik di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional,” ungkapnya, Sabtu (17/01/2026).
Lebih lanjut, Herman Susilo menegaskan bahwa olahraga dayung memiliki keterkaitan erat dengan kondisi geografis dan budaya masyarakat Batola yang dikelilingi perairan. Oleh karena itu, keberlanjutan olahraga tersebut perlu dijaga secara berkesinambungan lintas generasi.
“Olahraga ini adalah bagian dari kultur masyarakat kita. Sudah seharusnya potensi tersebut dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi, sejalan dengan karakter wilayah Barito Kuala,” tuturnya.
Namun demikian, ia juga mengakui bahwa upaya mempertahankan prestasi tidak terlepas dari tantangan perkembangan zaman. Penyesuaian, khususnya terkait sarana, prasarana, serta peralatan olahraga, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Untuk itu, Wakil Bupati meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta pihak-pihak terkait agar proaktif menyampaikan usulan kebutuhan pendukung olahraga dayung dalam setiap perencanaan program dan anggaran daerah.
“Perlu ada koordinasi yang baik agar kebutuhan sarana dan peralatan olahraga unggulan ini bisa masuk dalam perencanaan, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, atlet, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap olahraga dayung, khususnya perahu naga, tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi kekuatan prestasi yang berkelanjutan bagi daerah. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan