KUTAI KARTANEGARA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara selama sebulan terakhir menyebabkan banjir melanda Desa Muara Kaman Ulu dan beberapa desa lain di Kecamatan Muara Kaman. Ketinggian air mencapai sekitar 80 cm di badan jalan, sebagaimana dikatakan Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, Senin (19/01/2026).

Meskipun genangan cukup tinggi, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Namun, aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena sebagian besar ruas jalan terendam. Transportasi darat pun mulai dialihkan menggunakan perahu.
Hendra menambahkan bahwa banjir sudah mulai menggenang desa selama kurang lebih tiga minggu terakhir, sementara akses jalan darat terputus sejak Minggu kemarin. Menanggapi kondisi ini, pemerintah desa menggelar rapat khusus pada Senin (19/01/2026) di kantor desa, yang dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para kepala dusun. Rapat dipimpin langsung oleh kepala desa.
Dalam rapat tersebut, pemerintah desa memutuskan untuk menyediakan angkutan sekolah gratis selama banjir, khususnya bagi pelajar SMP, SMA, serta guru. Transportasi akan menggunakan satu kapal feri CES milik pemerintah desa dan satu feri mobil milik warga. Beban operasional feri CES akan menggunakan keuangan desa, sementara pengoperasian kapal dimotoris oleh anggota BPD dan kepala dusun. Angkutan sekolah gratis dijadwalkan mulai beroperasi Selasa (20/01/2026).

Kepala Desa Hendra menegaskan, pihak desa terus mengingatkan warga agar selalu menjaga keselamatan anak-anak dan tetap waspada menghadapi kondisi banjir yang kian meninggi.
“Kami selalu mengingatkan warga agar selalu menjaga keselamatan anak-anak, dan tetap waspada dengan kondisi banjir yang semakin meninggi. Sebagai kepala desa, saya bersama unsur pemerintah desa terus memantau kondisi warga, dan pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan normal seperti biasa,” ujarnya.
Kondisi banjir yang melanda desa telah memaksa warga menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Rumah-rumah sebagian mulai terendam, sementara transportasi tradisional menjadi tumpuan utama untuk mobilitas warga. Pemerintah desa berharap upaya pengaturan angkutan sekolah gratis dapat meringankan beban masyarakat serta menjaga kelancaran kegiatan belajar mengajar selama kondisi banjir. []
Penulis: Wahyudi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan