KETAPANG – Nasib tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia enam tahun di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang. Anak tersebut kini masih berjuang antara hidup dan mati setelah diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh calon ayah tirinya. Hingga Senin (19/01/2026), korban masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Pihak rumah sakit memastikan kondisi korban belum menunjukkan perkembangan signifikan dan masih berada dalam pengawasan ketat tim medis lintas spesialis.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Feria Kowira, menyampaikan bahwa penanganan terhadap korban dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sejumlah dokter ahli. “Anak ini masih dirawat secara intensif di ICU. Tim yang menangani terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis tulang, serta tenaga medis ICU karena kondisinya belum stabil,” ungkap dr. Feria saat dimintai keterangan.
Hasil pemeriksaan medis lanjutan menggunakan CT scan dan rontgen mengungkap adanya luka berat di tubuh korban. Tim medis menemukan sejumlah memar di beberapa bagian tubuh serta indikasi patah tulang, yang menguatkan dugaan adanya kekerasan fisik serius.
Meski demikian, tindakan operasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Secara medis memang ada indikasi tindakan operasi. Namun saat ini kondisi pasien belum memungkinkan. Fokus kami adalah menstabilkan kondisinya terlebih dahulu,” jelasnya.
Korban diketahui pertama kali dilarikan ke rumah sakit pada Rabu, 14 Januari 2026, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan darurat dan koordinasi cepat dengan dokter spesialis terkait.
Ketika ditanya mengenai dugaan penyebab luka-luka yang dialami bocah tersebut, dr. Feria menegaskan bahwa rumah sakit tidak berada pada posisi untuk menyimpulkan unsur pidana. “Untuk analisis penyebab kejadian dan unsur kekerasan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sementara itu, aparat kepolisian telah mengamankan terduga pelaku berinisial R (27), yang diketahui merupakan calon ayah tiri korban. Saat ini, R masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Ketapang guna mendalami rangkaian peristiwa penganiayaan yang membuat publik terhenyak.
Kasus ini memantik keprihatinan luas masyarakat dan menjadi sorotan serius terkait perlindungan anak di lingkungan keluarga terdekat. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan