Tabrakan Brutal di Gegerkalong, Motor Seruduk Gerobak Soto

BANDUNG – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Gegerkalong, Kota Bandung, Selasa pagi (20/01/2026). Insiden yang melibatkan dua sepeda motor dan sebuah gerobak pedagang kaki lima ini menyoroti lemahnya kewaspadaan pengendara serta persoalan keselamatan di kawasan permukiman padat yang memiliki banyak akses keluar-masuk gang.

Peristiwa bermula saat satu sepeda motor melaju di ruas jalan utama Gegerkalong. Pada saat bersamaan, sepeda motor lain tiba-tiba keluar dari sebuah gang sempit yang langsung terhubung ke jalan utama. Jarak yang terlalu dekat membuat kedua pengendara tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan pun tak terelakkan.

Akibat benturan tersebut, kedua sepeda motor kehilangan keseimbangan dan meluncur ke arah pinggir jalan. Naas, di lokasi tersebut terdapat sebuah gerobak soto yang sedang terparkir. Benturan keras menyebabkan gerobak terseret dan terbalik. Sejumlah peralatan dagang, mulai dari piring hingga kuah soto, tumpah dan berserakan di badan jalan.

Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan lain. Arus lalu lintas di lokasi kejadian tersendat karena banyak pengendara melambatkan laju kendaraan untuk melihat kondisi di sekitar tempat kejadian perkara. Warga sekitar pun segera mendekat untuk membantu para korban serta mengevakuasi gerobak yang rusak.

Seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menilai kecelakaan dipicu oleh kurangnya kehati-hatian pengendara, terutama saat keluar dari gang menuju jalan utama. Menurutnya, kawasan Gegerkalong memiliki banyak akses gang tanpa rambu peringatan yang memadai, sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kedua pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan dari warga sekitar. Sementara itu, pemilik gerobak soto mengalami kerugian materi akibat kerusakan pada lapak dagangannya.

Kecelakaan tersebut kembali memunculkan kritik terhadap kondisi lalu lintas di kawasan padat penduduk. Banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi jalan, ditambah minimnya rambu serta rendahnya kesadaran pengendara, dinilai memperbesar risiko kecelakaan.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat melakukan penataan ulang kawasan tersebut, baik dengan pemasangan rambu peringatan di mulut gang maupun penertiban area parkir dan lapak di pinggir jalan. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com