Warga Tercekik, Gas 3 Kg Mahal di Pasaran

KUTAI TIMUR — Warga Kutai Timur kembali merasakan kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Stok yang terbatas membuat warga harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain, sementara harga di pasaran meroket hingga Rp45 ribu – Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga resmi subsidi.

Ria, warga Gang Taruna, Sangatta Utara, mengaku terpaksa membeli gas mahal setelah mencari ke beberapa pengecer tanpa hasil. “Sudah muter-muter sejak pagi. Daripada tidak bisa masak, akhirnya beli juga meski harganya mahal,” ungkap Ria kepada Media Kaltim, Selasa (20/01/2025).

Keluhan serupa datang dari Emi Rosarini, yang menilai kelangkaan gas bersubsidi ini selalu terjadi berulang kali tanpa solusi jelas. “Kalau begini terus, subsidi untuk rakyat kecil jadi sia-sia. Harga gas sudah setara dengan gas non-subsidi,” kata Emi.

Di lapangan, pengecer mengakui pasokan gas tidak datang sesuai jadwal. Distribusi tersendat, sementara permintaan tinggi, sehingga memunculkan peluang kenaikan harga tanpa pengawasan memadai. “Kadang kiriman datang terlambat, jadi warga yang butuh gas terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Situasi ini ironis karena LPG 3 kilogram seharusnya menjadi perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun di lapangan, subsidi justru tidak terasa manfaatnya. Warga terpaksa menanggung harga yang lebih mahal, sementara pemerintah belum memberikan kepastian soal langkah pengendalian harga dan distribusi.

Hingga Selasa sore, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah maupun distributor terkait penyebab kelangkaan. Warga berharap tidak sekadar janji normalisasi pasokan, tetapi pengawasan nyata agar subsidi tepat sasaran dan harga gas kembali stabil. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com