PASER — Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar upacara peringatan Hari Desa Nasional yang dipusatkan di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah.
Upacara peringatan Hari Desa Nasional tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Paser, para kepala desa, wakil kepala desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh wilayah Kabupaten Paser. Selain upacara, rangkaian kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat turut digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Chandra, mengatakan bahwa peringatan Hari Desa Nasional di Paser tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari, melainkan telah dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sejak tahun sebelumnya.
“Dari tahun lalu kita ada beberapa kegiatan, diawali dengan festival desa. Di festival tersebut ada beberapa kegiatan juga seperti ada seminar UMKM dan ada penganugerahan kepala desa berprestasi, kemudian melalui APDESI dan PSSI kami juga mengadakan turnamen liga Desa,” katanya.
Menurut Chandra, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat desa sekaligus mempercepat pembangunan desa secara berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, Kabupaten Paser menargetkan desa-desa di wilayahnya mampu berkembang menjadi desa mandiri. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat masyarakat desa untuk membangun desa dan meningkatkan kualitas hidup,” jelasnya.
Selain upacara peringatan, kegiatan Hari Desa Nasional juga diisi dengan sejumlah layanan sosial bagi masyarakat. Para peserta yang hadir di Kantor Desa Janju mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, serta pelepasan bibit ikan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan desa.
Pelepasan bibit ikan tersebut menjadi simbol kesiapan Kabupaten Paser dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis desa. Melalui program tersebut, diharapkan desa-desa di Paser dapat mengembangkan potensi perikanan dan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dengan kemandirian pangan yang dibangun dari desa, pemerintah daerah berharap desa melalui BUMDes dapat menyuplai kebutuhan masyarakat secara mandiri, termasuk mendukung berbagai program pemerintah pusat. “Misalnya nanti MBG (makan bergizi Gratis) bisa bekerjasama dengan desa, melalui BUMDESnya. Jadi nanti bumdes yang menyuplai segala kebutuhan MBG tersebut,” imbuhnya.
Chandra menambahkan, rangkaian kegiatan Hari Desa Nasional tersebut sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun Indonesia dari desa. Menurutnya, desa yang mandiri akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah. “Ketika sebuah desa sudah mandiri, maka Kabupaten Paser juga akan diperhitungkan nanti di kancah nasional,” tambah Chandra.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan desa yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan sejak dini, Kabupaten Paser optimistis dapat mengambil peran strategis, khususnya menjelang perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.
“Kami sudah siapkan dari sekarang, agar ketika pemerintahan Indonesia berpindah ke IKN, kita sudah siap dan dapat menjadi bagian dari sistem yang sangat dibutuhkan,” pungkasnya. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan