JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (22/01/2026) dini hari kembali menimbulkan dampak serius bagi keselamatan warga. Sebuah rumah tinggal di Jalan Pisangan Baru 2, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, mengalami ambruk pada bagian atap sekitar pukul 05.30 WIB. Peristiwa itu terjadi saat penghuni rumah masih terlelap, sehingga mengakibatkan satu orang mengalami luka.
Atap rumah tersebut dilaporkan runtuh secara tiba-tiba dan menimpa penghuni bernama Ryhan (24) yang sedang tidur di dalam kamar. Warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas setempat.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa bangunan rumah tersebut mengalami kerusakan struktural akibat kombinasi hujan deras dan kondisi material bangunan yang sudah tidak layak.
“Bangunan rumah mengalami kegagalan struktur pada bagian atap. Intensitas hujan cukup tinggi dan kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk memperparah situasi,” ujar Yohan dalam keterangannya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka ringan pada bagian kepala karena tertimpa reruntuhan material atap. Korban kemudian segera dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Matraman untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban sudah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya stabil,” kata Yohan.
Peristiwa ini menambah daftar insiden yang dipicu cuaca ekstrem di Ibu Kota. Selain rumah roboh di Matraman, hujan deras juga menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah Jakarta. BPBD DKI Jakarta mencatat sedikitnya satu RT di Kelurahan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Tak hanya permukiman warga, delapan ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan juga dilaporkan tergenang air. Genangan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga pada jam sibuk pagi hari.
Kejadian atap rumah roboh ini menjadi peringatan serius terkait kondisi bangunan hunian warga, terutama rumah-rumah lama yang tidak lagi memenuhi standar keamanan. Curah hujan tinggi yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim memperbesar risiko kerusakan bangunan rapuh, khususnya di kawasan padat penduduk.
BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi rumah masing-masing, terutama bagian atap dan struktur penyangga. Warga diminta segera melapor jika menemukan potensi kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan, terutama di tengah musim hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan program pengecekan bangunan dan mitigasi bencana skala kecil di tingkat permukiman agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban jiwa. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan