KABUL — Gelombang cuaca ekstrem kembali menghantam Afghanistan. Badai hebat yang disertai hujan deras, salju tebal, dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah, menewaskan sedikitnya 14 orang, dengan korban terbanyak berasal dari kalangan anak-anak.
Bencana ini memperburuk kondisi warga yang masih berjuang menghadapi musim dingin ekstrem. Kantor berita AFP, Kamis (22/01/2026), melaporkan bahwa ancaman masih membayangi sejumlah daerah seiring turunnya salju lebat yang berpotensi memicu longsor lanjutan.
Di Provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga. Sedikitnya enam anak dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (21/01/2026) waktu setempat setelah rumah-rumah mereka tak mampu menahan terjangan cuaca ekstrem. Sejumlah distrik mengalami kerugian besar akibat bangunan rusak dan akses transportasi terputus.
Sementara itu, longsoran salju di Provinsi Parwan, wilayah barat Kabul, merenggut satu korban jiwa. Data sementara mencatat, total 11 orang tewas akibat kombinasi hujan deras dan salju di enam provinsi yang tersebar di wilayah utara, tengah, dan selatan Afghanistan.
Tragedi lain terjadi di Provinsi Nuristan, Afghanistan timur. Tanah longsor yang dipicu hujan lebat menghantam sebuah rumah di Desa Quraish pada Rabu (21/01/2026) waktu setempat. Peristiwa tersebut menewaskan tiga anggota keluarga dan melukai dua orang lainnya.
Pemerintah daerah menyebut korban tewas dalam insiden itu mayoritas masih berusia belia. “Korban yang meninggal terdiri dari dua anak perempuan berusia sekitar 10 tahun serta seorang remaja laki-laki,” ujar Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nuristan, Fraidoon Samim, dalam keterangannya.
Ia menambahkan, tim penyelamat masih bersiaga di sejumlah wilayah rawan, mengingat curah hujan dan salju diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Rangkaian bencana ini kembali menyoroti rentannya wilayah Afghanistan terhadap cuaca ekstrem, terutama di kawasan pegunungan yang minim infrastruktur mitigasi. Pemerintah setempat mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan guna menghindari jatuhnya korban tambahan. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan