HULU SUNGAI UTARA — Kepanikan warga sepanjang Sungai Balangan di Amuntai akhirnya mereda setelah satu ekor buaya berhasil ditangkap petugas Damkar dan Satpol PP Hulu Sungai Utara (HSU). Penangkapan berlangsung di Desa Patarikan, Kecamatan Banjang, Selasa (20/01/2026) lalu, setelah hewan predator itu membuat warga resah beberapa pekan terakhir.
Buaya tersebut diduga sama dengan yang sempat muncul di Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, serta di Sungai Kuini, Kecamatan Sungai Pandan. Dugaan itu diperkuat karena semua lokasi kemunculan berada pada aliran sungai yang saling terhubung. “Ini baru sebatas dugaan, kita belum bisa memastikan 100 persen,” ujar Edy Saputra, anggota Damkar HSU, mewakili Kepala Bidang Linmas dan Damkar, H. Barkat, Kamis (22/01/2026). “Penangkapan dilakukan menggunakan jaring dengan bantuan warga dan relawan.”
Edy menambahkan, kemunculan buaya di Desa Tigarun, Kecamatan Amuntai Tengah, pada awal 2025, masih menjadi misteri. Menurut warga, buaya saat itu lebih besar dari yang baru ditangkap. “Sejak muncul pertama, buaya itu tidak pernah terlihat lagi. Kemungkinan dia sudah berpindah jauh dari permukiman,” jelas Edy.
Meski satu ekor buaya sudah diamankan, Edy tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai maupun rawa.
Warga Kota Amuntai, Rian, mengaku lega namun tetap cemas. “Rasanya lega buaya itu sudah ditangkap, tapi saya yakin ini belum selesai. Masih mungkin ada buaya lain di sungai atau rawa Amuntai,” ujarnya.
Kepanikan warga sebelumnya sempat membuat aktivitas di sungai terganggu. Anak-anak dan pemancing enggan mendekat, sementara warga yang bermukim di tepi sungai rutin berjaga-jaga. Petugas Damkar dan Satpol PP terus memantau aliran sungai untuk mencegah kemunculan buaya lain dan menjaga keamanan warga.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di wilayah rawan buaya, terutama bagi warga yang sering beraktivitas di sungai dan rawa HSU. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan