Tembok Proyek Longsor di Ungasan, Dua Pekerja Tewas

BADUNG – Insiden kecelakaan kerja terjadi di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (23/01/2026). Tiga orang pekerja proyek tertimbun longsoran material setelah senderan tembok di lokasi proyek tiba-tiba runtuh. Akibat kejadian tersebut, dua pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara satu pekerja lainnya berhasil selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa longsor dipicu ambruknya struktur penahan tanah di area proyek. Material tanah dan beton menimpa para pekerja yang berada di bagian atas lokasi galian.

“Dalam kejadian ini, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi hidup, sedangkan dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia,” kata Sidakarya dalam keterangan resminya, Jumat.

Saat peristiwa terjadi, terdapat delapan pekerja yang sedang beraktivitas di lokasi proyek. Tiga orang berada di bagian atas dekat senderan tembok, sementara lima pekerja lainnya berada di area bawah. Ketika tembok penahan ambruk, lima pekerja di bawah berhasil menyelamatkan diri, sedangkan tiga pekerja di bagian atas tidak sempat menghindar dan tertimbun material longsor.

Kantor SAR Denpasar menerima laporan kejadian sekitar pukul 13.30 Wita dari seorang warga bernama Gusti Made Kadiana. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya segera diterjunkan ke lokasi.

“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke tempat kejadian bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan darurat,” ujar Sidakarya.

Sebanyak 10 personel SAR dikerahkan dengan dukungan Rapid Deployment Land SAR Unit serta Rescue Car Type 1 yang dilengkapi peralatan ekstrikasi. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena kondisi tanah di lokasi masih labil dan terdapat sejumlah retakan yang berpotensi memicu longsor susulan.

Tim penyelamat melakukan pengerukan material secara bertahap dan berhati-hati, dibantu alat berat di bawah pengawasan ketat personel rescue. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko tambahan bagi petugas maupun korban.

Sekitar pukul 14.40 Wita, korban pertama bernama Shohibul Hasan (25) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RSUD Prof. Ngoerah menggunakan ambulans. Dua korban lainnya berhasil dievakuasi dari timbunan material, namun salah satunya, Farhan, dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di RS Udayana. Sementara satu korban selamat, Muhammad Waki, saat ini masih menjalani perawatan medis.

Peristiwa ini menjadi sorotan terkait aspek keselamatan kerja di proyek konstruksi, khususnya di wilayah dengan kontur tanah labil. Aparat terkait diharapkan melakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com