Tawuran Gagal Total, Polisi Amankan 15 Remaja di Sambas

SAMBAS – Potensi bentrokan antar remaja di Kabupaten Sambas berhasil digagalkan aparat kepolisian setelah mendeteksi rencana tawuran yang beredar di media sosial. Sebanyak 15 remaja diamankan oleh jajaran Polsek Pemangkat pada Jumat (23/01/2026) dini hari, sebelum aksi kekerasan tersebut sempat terjadi.

Informasi awal mengenai rencana tawuran itu mencuat dari percakapan dan unggahan di media sosial. Polisi kemudian melakukan penelusuran digital untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah dilakukan verifikasi dan pemantauan, aparat memastikan adanya rencana pergerakan sekelompok remaja dari Kecamatan Pemangkat menuju kawasan Jembatan Sungai Besar Sambas, yang diduga akan dijadikan titik kumpul sebelum bentrokan.

Dengan perhitungan waktu yang matang, aparat bergerak lebih cepat. Saat rombongan remaja tersebut masih dalam perjalanan menuju lokasi yang telah disepakati, polisi langsung melakukan penyergapan. Seluruh remaja kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek Pemangkat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam proses pendataan dan pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang dibawa oleh beberapa remaja. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa rencana tawuran memang telah dipersiapkan.

Kapolsek Pemangkat, AKP Ronald Deny Napitupulu, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun luka-luka akibat bentrokan jalanan. Menurutnya, keberadaan senjata tajam sangat berbahaya dan tidak bisa ditoleransi.

“Barang-barang berbahaya yang dibawa para remaja sudah kami amankan. Ini menjadi bukti bahwa situasi tersebut berpotensi menimbulkan kekerasan serius,” ujarnya.

Polisi selanjutnya memanggil orang tua atau wali masing-masing remaja untuk diberikan pemahaman terkait tindakan anak-anak mereka. Para orang tua diminta lebih meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, seluruh remaja yang diamankan diwajibkan membuat dan menandatangani surat pernyataan berisi komitmen tidak mengulangi perbuatan serupa. Pendekatan pembinaan menjadi pilihan utama, mengingat sebagian dari mereka masih berstatus pelajar.

AKP Ronald menegaskan bahwa kepolisian tetap mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi, namun tidak akan ragu bertindak tegas jika pelanggaran hukum terus berulang.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Pencegahan lebih baik daripada menangani dampak bentrokan yang bisa berujung fatal,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang cepat memberikan informasi kepada kepolisian. Menurutnya, kolaborasi antara warga dan aparat menjadi kunci dalam mencegah konflik jalanan di wilayah Sambas. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com