NUNUKAN — Pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, Kalimantan Utara, menjadi perbincangan hangat warga. Sorotan tajam diarahkan pada kedisiplinan dokter umum yang dinilai kerap terlambat hadir, bahkan tidak berada di tempat saat pasien membutuhkan penanganan cepat.
Keluhan ini mencuat dari masyarakat Long Layu yang mengaku harus menunggu berjam-jam sejak pagi, termasuk pasien dengan kondisi darurat seperti muntah terus-menerus, sakit perut hebat, hingga demam tinggi. Ironisnya, dokter baru disebut muncul menjelang siang.
Perwakilan warga, Satria Barth, menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap pola pelayanan tersebut. Ia menilai keterlambatan tenaga medis, khususnya dokter, sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada keselamatan pasien.
“Masyarakat hanya ingin satu hal, dokter ada di tempat saat dibutuhkan. Pasien sudah antre sejak pagi, tapi dokter baru muncul menjelang siang,” ungkap Satria Barth saat ditemui, Sabtu (24/01/2026).
Satria bahkan menyinggung adanya kasus pasien yang akhirnya meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Malinau maupun rumah sakit di Tarakan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari lambannya penanganan awal di Puskesmas akibat dokter tidak berada di lokasi.
“Ada warga yang kondisinya sudah darurat, tapi karena dokter tidak ada, penanganan terlambat. Saat dirujuk, nyawanya tidak tertolong. Ini yang membuat masyarakat sangat terpukul,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Cyntya Barnabas, yang pernah berobat akibat pusing dan muntah-muntah. Ia mempertanyakan alasan keterlambatan dokter, mengingat rumah dinas berada tepat di belakang Puskesmas. “Kalau rumah dinas di belakang Puskesmas, soal transportasi jelas bukan alasan. Kami sering lihat dokter baru datang jam 11 bahkan jam 12 siang,” ujarnya.
Meski demikian, warga tetap memberi apresiasi terhadap kinerja perawat. Dodo Firmanto, keluarga pasien rawat inap, mengaku respons tenaga perawat cukup sigap, terutama saat kondisi darurat di luar jam kerja. “Jam dua subuh kami telepon, perawat datang. Walau dokter tidak di tempat, perawat tetap koordinasi lewat telepon dan video call. Itu yang patut diapresiasi,” jelas Dodo.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Long Layu, Nervan, mengakui adanya persoalan kedisiplinan jam kedatangan dokter. Namun ia membantah tudingan bahwa dokter sering meninggalkan wilayah tugas.
“Jam pelayanan resmi mulai pukul 08.00 Wita. Memang ada keterlambatan, biasanya dokter baru turun sekitar jam 09.00 atau setengah 10. Hal ini sudah beberapa kali kami tegur,” kata Nervan, Sabtu (24/01/2026).
Terkait kasus kematian pasien, Nervan menegaskan kejadian tersebut berlangsung setelah pasien dirujuk ke rumah sakit, bukan semata-mata akibat ketiadaan dokter di Puskesmas. Ia menekankan keterbatasan fasilitas dan alat medis di wilayah pedalaman.
“Puskesmas bekerja sesuai SOP. Perawat selalu berkoordinasi dengan dokter. Jika penyakit tidak bisa ditangani dengan fasilitas terbatas, maka keputusan rujukan adalah langkah medis terbaik,” jelasnya.
Ke depan, pihak Puskesmas berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tenaga kesehatan guna mencegah keterlambatan penanganan, terutama untuk kasus gawat darurat. “Kami berkomitmen melakukan evaluasi rutin agar pelayanan, khususnya penanganan darurat, bisa lebih cepat dan optimal,” pungkas Nervan. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan