BANJARMASIN — Pagi buta di pusat Kota Banjarmasin nyaris berujung tragedi. Sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam menghantam pagar kawasan Hutan Kota di Jalan Lambung Mangkurat, Minggu (25/01/2026) subuh, setelah pengemudinya diduga mengalami microsleep saat berkendara.
Kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 Wita, tepat di kawasan simpang empat Traffic Light Jembatan Merdeka, dekat Kafe 101. Benturan keras membuat pagar kawasan Hutan Kota rusak dan bagian depan kendaraan ringsek.
Mobil bernomor polisi B 8818 LG itu diketahui melaju dari arah Jalan Brigjen H Hasan Baseri menuju Jalan A Yani Km 1. Saat memasuki persimpangan, kendaraan tiba-tiba keluar jalur dan meluncur lurus ke arah pagar.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Donny, menyebut pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat kelelahan. “Dari hasil pemeriksaan awal, pengemudi diduga mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi persimpangan,” ujar Donny kepada wartawan.
Mobil tersebut dikemudikan SA (28), warga Kabupaten Tanah Bumbu. Di dalam kendaraan terdapat tiga penumpang lain yang masih satu keluarga, termasuk seorang perempuan berinisial NR (33). Rombongan tersebut diketahui tengah dalam perjalanan kembali ke Tanah Bumbu. “Mereka hendak pulang ke daerah asal setelah beraktivitas di Banjarmasin,” kata Donny.
Akibat insiden itu, pengemudi mengalami luka lecet di tangan kanan, sementara tiga penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kerusakan materiil cukup signifikan. Selain kendaraan yang rusak di bagian depan, pagar kawasan Hutan Kota Banjarmasin juga mengalami kerusakan akibat benturan.
Petugas Satlantas Polresta Banjarmasin bersama Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin segera melakukan evakuasi menggunakan mobil derek untuk mencegah gangguan arus lalu lintas di kawasan tersebut. “Evakuasi cepat dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan, mengingat lokasi berada di jalur utama kota,” jelas Donny.
Pihak kepolisian menyebut seluruh pihak yang terlibat telah sepakat menyelesaikan kejadian tersebut secara kekeluargaan. “Untuk penanganan lanjutan, para pihak sepakat menyelesaikannya dengan musyawarah,” pungkas Donny. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan