Muskot IPSI Samarinda 2026 Resmi Digelar, Soliditas Pengurus Jadi Kunci

SAMARINDA — Musyawarah Kota (Muskot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda tahun 2026 resmi digelar pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, yang juga menjabat sebagai Ketua IPSI Kota Samarinda.

Muskot IPSI Samarinda berlangsung di Ruang Rapat Kalimaya, Lantai 4 Hotel Diamond, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Samarinda. Forum musyawarah ini menjadi momentum penting bagi organisasi pencak silat di tingkat kota untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan ke depan, serta memperkuat struktur kepengurusan IPSI Samarinda.

Sebanyak 28 perguruan pencak silat yang berada di bawah naungan IPSI Kota Samarinda turut ambil bagian dalam musyawarah tersebut. Dari jumlah itu, satu perguruan berasal dari unsur militer. Kehadiran perguruan dari unsur militer dinilai memberikan nilai strategis dalam memperkuat pembinaan dan pengembangan pencak silat, baik dari sisi organisasi maupun prestasi atlet.

Dalam sambutannya, Muslimin menekankan pentingnya membangun kekompakan dan soliditas pengurus IPSI ke depan. Ia menilai bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen untuk bekerja secara kolektif dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. “Pengurus yang akan datang harus mampu membangun kekompakan agar organisasi berjalan aman dan penuh semangat sportivitas,” ujar Muslimin di hadapan peserta musyawarah.

Selain itu, Muslimin juga menyampaikan harapannya agar perguruan-perguruan baru yang mulai berkembang di Kota Samarinda dapat menjadi bagian dari IPSI. Menurutnya, keberagaman perguruan pencak silat merupakan potensi besar yang harus dikelola secara profesional untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa IPSI harus menjadi wadah pemersatu bagi seluruh perguruan, bukan hanya sebagai organisasi formal, tetapi juga sebagai rumah besar pembinaan atlet pencak silat di Samarinda.

Dalam kesempatan tersebut, Muslimin turut memaparkan capaian prestasi olahraga Kota Samarinda pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Kalimantan Timur. Ia menyebutkan bahwa secara keseluruhan, Samarinda berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan 287 medali dari berbagai cabang olahraga.

“Kalau bicara prestasi secara umum, Samarinda telah menjadi juara umum. Namun kita masih memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi Poprov 2026, sehingga seluruh cabang olahraga wajib melakukan persiapan maksimal dalam kondisi apa pun,” jelas Muslimin.

Meski demikian, khusus untuk cabang olahraga pencak silat, Muslimin mengakui bahwa Samarinda belum meraih posisi puncak pada babak kualifikasi. Pada ajang tersebut, Kutai Kartanegara berhasil menjadi juara umum, sementara Samarinda berada di peringkat kedua. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut harus dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan prestasi ke depan.

Muslimin juga menyinggung sejumlah tantangan menjelang Poprov 2026, termasuk isu kesiapan daerah tuan rumah, Kabupaten Paser, yang disebut masih menghadapi keterbatasan anggaran. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh mengendurkan semangat kontingen Samarinda. “Pengurus harus bersama-sama memikirkan bagaimana kontingen Samarinda tetap berangkat dan berprestasi,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Muslimin menegaskan bahwa pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapatkan perhatian khusus dari Wali Kota Samarinda dan jajaran terkait. Ia menargetkan IPSI Samarinda mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik pada ajang Poprov Kalimantan Timur 2026 mendatang. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com