Warga AS Tewas Ditembak ICE, Artis Hollywood Angkat Suara

WASHINGTON – Penembakan maut yang dilakukan agen imigrasi federal Amerika Serikat terhadap seorang warga negara AS di Minneapolis memicu gelombang kemarahan publik. Insiden tersebut tidak hanya berujung pada demonstrasi besar-besaran, tetapi juga menuai kecaman keras dari kalangan selebritas Hollywood.

Aktris Olivia Wilde secara terbuka mengecam peristiwa tersebut saat tampil di karpet merah Festival Film Sundance di Park City, Utah. Dalam kesempatan pemutaran perdana film The Invite, Wilde menyoroti kematian demonstran yang ditembak mati agen federal sebagai peristiwa yang menurutnya sulit diterima akal sehat.

“Saya tidak percaya bahwa kita menyaksikan orang-orang dibunuh di jalanan,” kata Wilde, seperti dilansir AFP, Minggu (25/01/2026).

Ia menegaskan bahwa korban merupakan warga Amerika yang turun ke jalan untuk menyuarakan protes terhadap ketidakadilan. “Orang-orang Amerika pemberani ini yang telah turun ke jalan untuk memprotes ketidakadilan dari ‘petugas’ ICE ini, dan menyaksikan mereka dibunuh itu tak terbayangkan. Kita tidak bisa menormalkannya,” lanjut Wilde.

Komentar tersebut muncul setelah kematian Alex Pretti (37), seorang perawat ICU, yang dilaporkan tewas setelah ditahan di tanah dan ditembak beberapa kali oleh agen federal imigrasi. Kematian Pretti terjadi hanya beberapa pekan setelah insiden serupa, ketika seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak dan menewaskan Renee Good (37) di dalam mobilnya, juga di Minneapolis.

Wilde, yang mengenakan lencana bertuliskan “ICE OUT”, menyatakan bahwa tindakan aparat terhadap warga yang menggunakan hak kebebasan berekspresi bertentangan dengan nilai-nilai Amerika Serikat.

“Kita mungkin memiliki pemerintah yang entah bagaimana mencoba membuat alasan untuk itu dan melegitimasinya, tetapi kita tidak,” ujarnya.

Kecaman juga datang dari aktris Natalie Portman yang hadir di Sundance untuk mempromosikan film The Gallerist. Ia mengaku emosional saat menggambarkan situasi yang terjadi di negaranya.

“Apa yang terjadi di negara kita sungguh menjijikkan,” kata Portman kepada AFP di Park City. “Apa yang dilakukan (Presiden Donald) Trump dan (Menteri Keamanan Dalam Negeri) Kristi Noem serta ICE terhadap warga negara kita dan orang-orang tanpa dokumen adalah keterlaluan dan harus diakhiri,” tambahnya.

Sebelumnya, insiden penembakan di Minneapolis itu memicu protes keras serta kecaman dari para pemimpin lokal. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, seperti dilaporkan Reuters, menyebut penembakan dilakukan untuk membela diri setelah seorang pria diduga mendekat dengan pistol dan melawan saat hendak dilucuti.

Namun, video saksi mata yang diverifikasi Reuters menunjukkan korban, Alex Pretti, memegang telepon genggam, bukan senjata api, ketika ia mencoba membantu demonstran lain yang didorong ke tanah oleh agen. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com