PMII Cabang Paser Ajak Generasi Muda Melek Literasi dan Digital

PASER – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Paser menggelar kegiatan bertajuk hangout bareng ngobrol literasi di Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, Senin (26/01/2026). Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka yang bertujuan meningkatkan kesadaran literasi, khususnya di kalangan generasi muda di Kabupaten Paser.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PMII Cabang Paser dengan sejumlah instansi daerah, yakni Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Paser, serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di daerah.

Ketua PMII Cabang Paser, Rahman

Ketua PMII Cabang Paser, Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi literasi di lingkungan sekitar, khususnya di Kabupaten Paser. Ia menilai literasi masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Melalui kegiatan ini, Kami ingin menciptakan ruang kajian, ruang berpikir, dan ruang kolaborasi,” katanya.

Rahman menjelaskan, kemampuan literasi masyarakat Indonesia hingga saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata global. Bahkan, apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, tingkat literasi Indonesia dinilai masih tertinggal dari Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendorong terselenggaranya kegiatan ini.

Untuk memperkaya perspektif diskusi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang dinilai kompeten di bidangnya, di antaranya Ketua Kelompok Kerja Bunda Literasi Kabupaten Paser Kasrani, jurnalis sekaligus pranata humas Diskominfo Paser Ropi’i, serta pegiat literasi dan tokoh muda Dodi Wahyudi yang juga pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) D’Qadar.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan, “jika selama ini kita memahami literasi hanya sebatas membaca, maka hari ini, melalui kegiatan ini, kita perluas pemahaman bahwa literasi berkaitan dengan bagaimana kita memahami situasi dan kondisi disekitar kita,” imbuhnya.

Diskominfo Kabupaten Paser, Bidang Informasi Publik, Asnan Latif

Sementara itu, Diskominfo Kabupaten Paser yang diwakili oleh Bidang Informasi Publik, Asnan Latif, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan PMII Cabang Paser. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan tantangan literasi digital di era saat ini.

“Kesadaran akan literasi digital tidak hanya sekadar kemampuan membawa tulisan semata, melainkan juga bagaimana kita mampu beretika dalam dunia maya” jelasnya.

Asnan Latif juga menekankan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua yang dapat memberikan manfaat sekaligus ancaman apabila tidak disikapi dengan bijak.

“Perkembangan teknologi digital yang terjadi hampir di semua lini kehidupan kita, diibaratkan seperti pisau bermata dua. Selain menawarkan kemudahan, namun hal itu juga memberikan ancaman bagi kita. Sebagai generasi muda yang melek teknologi, sudah seharusnya kita memiliki peran penting dan krusial yaitu dituntut untuk tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga harus cerdas dalam menyaring informasi”.

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan empat pilar utama dalam bersosialisasi di ruang digital, yakni cakap digital, aman digital, etika digital, dan budaya digital. Empat pilar ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

“Jadilah pengguna teknologi yang produktif, yang mampu menciptakan konten-konten positif dan memanfaatkan internet untuk pengembangan diri untuk masa depan yang lebih baik.” Pungkasnya. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com