KUBU RAYA – Aparat kepolisian bergerak cepat menyikapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar lima hektare lahan di Dusun Kencana Utama, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kejadian kini resmi berstatus TKP setelah dipasangi garis polisi.
Langkah pengamanan tersebut dilakukan usai jajaran Polsek Sungai Ambawang melaksanakan olah tempat kejadian perkara guna memastikan asal muasal kebakaran sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Kapolsek Sungai Ambawang, IPTU Reyden Fidel Armada, menegaskan bahwa kebakaran lahan tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa, melainkan tindak pidana serius yang berpotensi menimbulkan dampak luas bagi lingkungan dan keselamatan warga.
“Pembakaran hutan dan lahan merupakan kejahatan lingkungan. Kami tidak akan mentoleransi tindakan ini dan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).
Dari hasil pendataan sementara, lahan yang terbakar diketahui dimiliki oleh sejumlah warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sungai Ambawang hingga Kota Pontianak. Fakta ini kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang tengah berjalan.
Menurut Reyden, pemasangan police line dilakukan untuk menjaga keutuhan TKP sekaligus mencegah aktivitas yang dapat menghilangkan barang bukti. Proses penyidikan pun terus dilakukan secara mendalam untuk mengungkap dugaan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. “Area ini kami amankan agar proses penyelidikan berjalan maksimal. Semua pihak yang berkaitan akan kami mintai keterangan sesuai prosedur hukum,” katanya.
Selama kegiatan pengamanan dan olah TKP berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu karhutla.
Kasus ini kembali menjadi peringatan keras di tengah upaya berbagai pihak menekan angka kebakaran lahan di Kalimantan Barat, khususnya menjelang musim kemarau. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan