LAMANDAU – Jagat media sosial di Kalimantan Tengah kembali dihebohkan oleh beredarnya video perdebatan panas antara seorang warga dengan pejabat daerah di Kabupaten Lamandau. Rekaman tersebut menyedot perhatian publik lantaran diduga berkaitan dengan sengketa lahan dan kayu yang menyeret nama Kepala Dinas Pariwisata Lamandau berinisial HMD.
Peristiwa itu disebut terjadi sejak Sabtu (24/01/2026) dan berlanjut hingga Minggu (25/01/2026). Ketegangan dalam video memicu beragam reaksi warganet, terlebih setelah muncul dugaan adanya penganiayaan, pengancaman, hingga pemerasan terhadap seorang petani yang terlibat dalam sengketa tersebut.
Dugaan tindak pidana itu kini telah dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga korban ke Polres Lamandau dan tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
Menanggapi polemik yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamandau tersebut, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyatakan sikapnya untuk tidak mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
Rizky menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bersikap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta meminta seluruh aparatur sipil negara menjaga sikap dan integritas.
Ia juga menekankan bahwa dugaan tindakan kekerasan, apabila benar terjadi, tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun, terlebih jika dilakukan oleh pejabat publik. “Setiap perbuatan yang mengarah pada kekerasan tentu ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi,” ujarnya, Kamis (29/01/2026).
Terkait sengketa lahan yang menjadi pemicu konflik, Rizky menyebutkan bahwa persoalan tersebut masih dalam proses klarifikasi internal. Ia mengungkapkan bahwa pihak terkait sebelumnya telah menyampaikan penjelasan mengenai duduk perkara lahan yang dipersoalkan.
Menurut keterangan awal yang diterimanya, lahan yang menjadi objek sengketa diketahui dibeli dari pihak lain yang status kepemilikannya masih bermasalah dan belum sepenuhnya clear secara hukum. “Informasi awal yang kami terima, lahan itu dibeli dari pihak yang tanahnya masih bersengketa, lalu dibuka,” ungkap Rizky.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan dugaan penganiayaan, pengancaman, dan pemerasan tersebut. Aparat juga terus mengumpulkan keterangan dari para pihak terkait untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang kini menjadi sorotan publik tersebut. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan