Roti Bakar Tiga Putra, Primadona Malam di Samarinda

SAMARINDA – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) roti bakar “Tiga Putra” di Jalan Siti Asiyah, Telok Lerong Ilir, Samarinda, terus menarik perhatian warga meski baru berjalan sekitar lima bulan terakhir. Sajian roti bakar dengan berbagai pilihan rasa dan harga yang terjangkau membuat warung kecil ini menjadi salah satu favorit jajanan malam di kota ini.

Fatwa Malik, pemilik usaha, mengungkapkan bahwa roti bakar “Tiga Putra” beroperasi setiap hari sejak sore hingga tengah malam. “Jam buka standar dari jam lima sore sampai maksimal jam dua belas malam,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (29/01/2026).

Fatwa Malik, pemilik usaha Roti Bakar Tiga Putra

Dalam pengelolaan usahanya, Malik memilih mengambil roti langsung dari produsen di Samarinda, tanpa membuat roti sendiri. “Untuk bahan roti, kami mengambil langsung dari produsen, jadi tidak membuat sendiri,” kata Malik. Setiap hari ia biasanya mengambil sekitar 35 bungkus roti, menyesuaikan dengan tingkat pembelian pelanggan. “Kalau sedang ramai, pengambilannya bisa lebih banyak, tapi kalau dirasa sepi, jumlah itu sudah cukup,” tambahnya.

Roti bakar “Tiga Putra” menawarkan berbagai pilihan rasa yang membuat pelanggan betah datang berulang kali. Pilihan menu mulai dari nanas, stroberi, blueberry, cokelat kacang, vanila, srikaya, green tea, hingga tiramisu. Harga pun relatif terjangkau, mulai dari Rp15.000 per porsi, tergantung selai atau isian yang dipilih pelanggan. “Harga bervariasi, mulai dari Rp15.000 yang paling murah, tergantung selai yang diminta pembeli,” jelas Malik.

Nama usaha ini juga sarat makna pribadi bagi pemiliknya. Malik menamai warungnya “Tiga Putra” karena memiliki tiga anak laki-laki. “Nama Tiga Putra itu karena saya punya tiga anak, semuanya laki-laki, jadi terinspirasi dari situ,” ujarnya.

Dengan konsep sederhana, harga bersahabat, dan variasi rasa yang beragam, Malik berharap usaha roti bakarnya dapat terus berkembang. “Harapannya, Tiga Putra bisa semakin dikenal dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk jajanan sore hingga malam hari,” pungkasnya. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com