MAHAKAM ULU – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mendapatkan alokasi program cetak sawah seluas 141 hektare dari Kementerian Pertanian pada tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di daerah perbatasan dan pedalaman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahakam Ulu, Engelbertus Ibrahim, mengatakan lahan yang dipersiapkan untuk program cetak sawah tersebut berada di wilayah Kecamatan Long Hubung. “Jadi kami kebagian 141 hektare untuk cetak sawah tahun 2026, lokasinya sekitar Kecamatan Long Hubung,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, Engelbertus mengakui potensi pertanian di Mahakam Ulu masih tergolong rendah. Hal itu dipengaruhi oleh pola bercocok tanam masyarakat yang lebih memilih sistem perladangan tradisional dibandingkan pertanian sawah. “Di Mahakam Ulu orang lebih tertarik untuk berladang, bukan dengan bersawah,” ujarnya.
Selain perladangan, Mahakam Ulu juga dikenal memiliki sejumlah komoditas unggulan, seperti kakao dan padi gunung. Di wilayah Laham, misalnya, terdapat cukup banyak tanaman kakao yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Padi gunung pun masih menjadi andalan utama di daerah tersebut.
Namun, Engelbertus menilai produksi pangan lokal saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. “Padi gunung kita jadi andalan di Mahulu, tapi belum mampu untuk memenuhi kebutuhan lokal. Makanya kita bekerja sama dengan Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.
Saat ini, Mahakam Ulu belum memiliki gudang Bulog sendiri. Engelbertus berharap pembangunan gudang tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Ia menyebutkan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan gudang Bulog di Mahakam Ulu.[]
Admin05
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan