Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Mahulu Markus Wan

Keluar dari Blank Spot, Mahakam Ulu Perkecil Kesenjangan Digital

MAHAKAM ULU – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, resmi keluar dari status wilayah blank spot layanan internet. Sebanyak 50 kampung di kabupaten perbatasan tersebut kini telah terhubung dengan jaringan internet melalui program Gratispol Internet Desa yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Capaian ini menandai kemajuan signifikan dalam upaya pemerataan akses digital di daerah terluar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur Muhammad Faisal mengatakan, keberhasilan Mahakam Ulu menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah daerah masih sangat dibutuhkan dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, meskipun kewenangan sektor tersebut secara regulasi telah beralih ke pemerintah pusat.

Menurut Faisal, kondisi geografis dan keterbatasan minat investasi dari penyedia layanan telekomunikasi membuat sejumlah wilayah tertinggal membutuhkan intervensi langsung pemerintah. Program Gratispol Internet Desa dinilai mampu menjembatani kesenjangan akses informasi yang selama ini dialami masyarakat di kawasan perbatasan.

Pemerintah Kabupaten Mahulu membenarkan telah rampungnya pemasangan layanan tersebut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Mahulu Markus Wan menyatakan seluruh titik yang direncanakan telah terpasang. “per tanggal 23 Desember 2025 lalu sudah terpasang semua di 50 titik dan itu beberapa sudah diaktifkan,” ujar Markus, Jumat (30/01/2026).

Markus menjelaskan, saat ini layanan Gratispol Internet Desa masih terfokus pada kantor-kantor aparatur kampung. Meski demikian, ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat di sekitar lokasi pemasangan. Menurut dia, langkah ini menjadi tahap awal sebelum perluasan jangkauan layanan dilakukan ke area yang lebih luas.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini sebagian besar kampung di Mahakam Ulu masih bergantung pada satu penyedia layanan seluler, yakni Telkomsel. Ketergantungan tersebut menyebabkan kualitas jaringan di beberapa wilayah belum stabil dan belum merata. Markus berharap ke depan Mahakam Ulu dapat memperoleh perhatian yang sama seperti daerah perkotaan lain di Indonesia.

Dalam keterangannya, Markus menyebut masih terdapat sejumlah wilayah yang sangat sulit dijangkau jaringan telekomunikasi karena belum adanya menara pemancar. Beberapa kampung seperti Muara Nyan, Long Pakaq, dan Long Lunuq disebut belum diminati penyedia layanan untuk pembangunan infrastruktur jaringan.

Pemerintah daerah berharap keberhasilan program Gratispol Internet Desa dapat menjadi pemicu masuknya investasi telekomunikasi ke Mahakam Ulu. Akses internet yang memadai dinilai penting tidak hanya untuk pelayanan administrasi pemerintahan, tetapi juga untuk pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Dengan terhubungnya 50 kampung tersebut, Mahakam Ulu diharapkan dapat mempercepat transformasi digital sekaligus memperkecil kesenjangan pembangunan dengan daerah lain di Kalimantan Timur.[]

Admin05

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com