MAHAKAM ULU — Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus mengintensifkan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di kampung-kampung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini agar kejadian kebakaran, khususnya di kawasan permukiman, dapat dicegah sejak awal.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Mahulu, Stevanus Garuda, menegaskan bahwa pencegahan menjadi fokus utama pihaknya dalam menghadapi musim kemarau yang identik dengan kondisi cuaca kering dan mudah memicu kebakaran. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar sangat menentukan keberhasilan upaya mitigasi kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, petugas Damkar Mahulu secara rutin turun langsung ke kampung-kampung untuk memberikan edukasi kepada warga. Sosialisasi tersebut mencakup pemahaman tentang potensi sumber kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko tersebut.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sembarangan di sekitar rumah, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, serta segera mengganti instalasi atau pengkabelan listrik yang sudah tidak layak,” ujarnya, Jumat (30/01/2026).
Stevanus menjelaskan bahwa imbauan tersebut merupakan langkah preventif yang relatif mudah dilakukan oleh masyarakat, namun memiliki dampak besar dalam menekan angka kejadian kebakaran. Hal ini menjadi semakin penting ketika memasuki musim kemarau, di mana percikan api kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran besar.
Ia menilai bahwa pendekatan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat jauh lebih efektif dibandingkan hanya berfokus pada penanganan kebakaran setelah kejadian. Oleh karena itu, Damkar Mahulu terus memperkuat pelayanan non-kebakaran sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko yang berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah bagaimana masyarakat benar-benar memahami dampak kebakaran dan cara menghindarinya. Dengan begitu, kebakaran bisa dicegah sejak awal,” katanya.
Hingga saat ini, upaya sosialisasi yang dilakukan Damkar Mahulu menunjukkan hasil yang cukup positif. Stevanus mengungkapkan bahwa belum terdapat kejadian kebakaran besar setelah rangkaian edukasi dan penyuluhan diberikan kepada masyarakat di berbagai kampung.
Ke depan, Damkar Mahulu berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan non-kebakaran, terutama dalam bentuk sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pencegahan yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak jangka panjang bagi keselamatan warga dan perlindungan lingkungan.
“Pelayanan non-kebakaran, seperti sosialisasi dan ceramah kepada masyarakat, akan terus kami tingkatkan. Harapannya, kesadaran masyarakat semakin tinggi sehingga risiko kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. []
Admin05
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan