Jalan Kubar–Mahulu Dinilai Vital untuk Ekonomi dan Pariwisata

MAHAKAM ULU — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Yonavia, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan akses yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Fokus tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Kaltim untuk mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Pernyataan itu disampaikan Yonavia saat menggelar reses bersama masyarakat di Kampung Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu, Sabtu (31/01/2026). Ia menekankan bahwa persoalan jalan penghubung antara Kubar dan Mahulu telah berulang kali disampaikan dan menjadi agenda prioritas bersama antara DPRD Kaltim dan pemerintah provinsi.

“Gubernur Kalimantan Timur sudah beberapa kali datang ke Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Bahkan, dalam waktu dekat juga direncanakan kembali berkunjung ke Mahakam Ulu,” ujar Yonavia. Ia menilai perhatian intens pemerintah provinsi merupakan sinyal positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur di kedua daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

Menurut Yonavia, kondisi perekonomian di Kubar dan Mahulu saat ini belum sepenuhnya stabil. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah infrastruktur dasar, terutama akses jalan yang masih terbatas.

“Kondisi ekonomi kita saat ini memang belum baik-baik saja. Infrastruktur yang belum optimal sangat berpengaruh, terutama akses jalan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, mobilitas warga, serta membuka peluang investasi dan pengembangan sektor lainnya.

Yonavia juga menyoroti potensi pariwisata di Mahulu yang dinilai sangat besar. Beberapa waktu lalu, anggota DPRD Kabupaten Mahulu dari Komisi II mengunjungi DPRD Provinsi Mahulu untuk menyampaikan aspirasi terkait pengembangan destinasi wisata.

“Mereka menyampaikan bahwa Mahakam Ulu memiliki banyak objek wisata. Agar lebih dikenal hingga ke luar daerah, yang paling utama tetap infrastruktur,” jelas Yonavia. Ia menambahkan, tanpa akses jalan dan sarana transportasi yang memadai, potensi wisata sulit berkembang maksimal meski daya tarik alamnya kuat.

Selain pembangunan jalan, Yonavia menyebut adanya rencana peninjauan bandara sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas wilayah. Peninjauan tersebut kemungkinan dijadwalkan ulang menyesuaikan agenda pemerintahan.

Di sisi lain, program bantuan rumah layak huni tetap menjadi perhatian pemerintah provinsi, seiring dengan pembangunan infrastruktur dasar lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Yonavia berharap fokus pembangunan infrastruktur yang terus didorong Gubernur Kalimantan Timur dapat segera memberikan dampak nyata bagi Kutai Barat dan Mahakam Ulu, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun kesejahteraan masyarakat. []

Admin05

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com