BERAU – Upaya menjaga kualitas layanan sosial berbasis pemenuhan gizi terus diperkuat di Kabupaten Berau. Sejumlah relawan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Berau mengikuti pelatihan khusus penanganan makanan yang digelar Dinas Kesehatan setempat selama dua hari, Jumat–Sabtu (31/01/2026).
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis relawan agar mampu mengelola makanan secara higienis, aman, dan sesuai standar kesehatan. Enam relawan SPPG terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Bagian SDM Polres Berau, Kompol Herman, menilai aspek keamanan pangan tidak bisa dipandang sebagai pelengkap semata, melainkan fondasi utama dalam setiap layanan berbasis konsumsi.
“Pelayanan gizi menyentuh langsung kesehatan masyarakat. Karena itu, pengolahan makanan harus dilakukan oleh orang-orang yang paham standar kebersihan dan prosedur keamanan pangan,” ujarnya, Sasbtu (31/01/2026).
Ia menjelaskan, materi pelatihan mencakup tata cara pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan agar terhindar dari risiko kontaminasi. Menurutnya, pengetahuan tersebut sangat penting mengingat relawan SPPG kerap terlibat dalam kegiatan sosial yang melibatkan konsumsi massal.
“Relawan tidak hanya dituntut sigap, tetapi juga bertanggung jawab atas mutu makanan yang disajikan. Kesalahan kecil bisa berdampak besar,” katanya.
Kompol Herman menambahkan, penguatan kapasitas relawan merupakan bentuk keseriusan Polres Berau dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif.
“Kami ingin relawan memiliki standar kerja yang jelas dan profesional. Ilmu yang didapat dari pelatihan ini harus diterapkan di lapangan,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Polres Berau berharap kualitas layanan pemenuhan gizi semakin terjamin, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan instansi kesehatan daerah dalam menjaga keselamatan konsumsi masyarakat. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan