gambar ilustrasi

Tak Mau Gelap, Dishub Fokus Rawat Lampu Jalan

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menempatkan perawatan penerangan jalan umum (PJU) sebagai agenda strategis sepanjang 2026. Fokusnya bukan sekadar menyalakan lampu, melainkan menjaga ritme aktivitas warga tetap aman dan produktif hingga malam hari.

Dinas Perhubungan Tana Tidung menilai, keberlangsungan PJU berpengaruh langsung terhadap keselamatan lalu lintas, rasa aman lingkungan, serta geliat ekonomi di luar jam kerja. Karena itu, pemeliharaan dilakukan berkelanjutan meski menghadapi tantangan teknis.

Kepala Dishub Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, menyebut sistem PJU sangat dipengaruhi kondisi alam dan kelistrikan.

“Perangkat PJU sangat sensitif. Gangguan cuaca dan listrik bisa berdampak langsung. Tapi ini tanggung jawab layanan publik, bukan alasan untuk berhenti bekerja,” katanya, Minggu (01/02/2026).

Sejumlah ruas utama di kawasan perkotaan telah lebih dulu menikmati penerangan maksimal sejak tahun lalu, seperti Jalan Bhayangkara, Jalan Kuburan, Aki Ulot, Kebun Sayur, hingga Raja Wali. Tahun ini, cakupan PJU diperluas ke wilayah kecamatan secara bertahap.

Wilayah sasaran antara lain Sesayap Hilir, Betayau, Muruk Rian, dan Tana Lia. Penambahan titik lampu dilakukan selektif dengan prioritas pada kawasan rawan dan jalur dengan aktivitas warga yang tinggi.

“Kami tidak memasang sekaligus satu kecamatan penuh. Polanya bertahap, sekitar belasan titik per kecamatan, menyesuaikan urgensi dan kemampuan anggaran,” jelas Arief.

Menurutnya, dampak penerangan jalan tak berhenti pada faktor keamanan. Kehadiran lampu jalan mendorong aktivitas ekonomi malam, membuat kawasan yang sebelumnya lengang menjadi lebih hidup.

Namun, upaya perawatan PJU juga terkendala keterbatasan sarana dan tenaga teknis. Idealnya, perbaikan dilakukan cepat, bahkan pada malam hari, dengan dukungan kendaraan khusus seperti skylift crane. Saat ini, pemenuhan alat tersebut masih mengandalkan kerja sama dengan pihak perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

“Kalau fasilitas lengkap, penanganan bisa jauh lebih cepat. Karena itu kami berharap ada dukungan anggaran yang lebih kuat, baik dari daerah maupun pusat,” ujarnya.

Ia menegaskan, PJU bukan sekadar infrastruktur pelengkap, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah.

“Kami ingin aktivitas ekonomi tidak berhenti saat matahari terbenam. Kota yang terang adalah kota yang bergerak,” tutup Arief. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com