TARAKAN – Warga Kota Tarakan kembali diingatkan untuk tertib berlalu lintas. Fenomena balap liar dan pelanggaran lalu lintas masih kerap terjadi, sehingga Satuan Lalu Lintas Polres Tarakan meluncurkan Operasi Keselamatan Kayan 2026 sejak Senin (02/02/2026) hingga 15 Februari mendatang.
“Kegiatan ini bukan sekadar razia, tapi upaya menyelamatkan warga dari risiko kecelakaan. Kita ingin masyarakat sadar pentingnya disiplin di jalan,” ujar AKP Rudika Harto Kanajiri, Kasat Lantas Polres Tarakan, Selasa (03/02/2026).
Operasi kali ini menargetkan berbagai pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan, mulai dari pengendara melawan arus, tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, kecepatan tinggi, knalpot brong, hingga balap liar.
Salah satu warga, Sandi (17), mengaku terkesan dengan pendekatan humanis polisi. “Biasanya takut kalau ketemu polisi, tapi sekarang mereka memberi pengertian dulu sebelum menindak. Saya jadi paham kalau kebiasaan ngebut bisa membahayakan,” katanya.
Kasat Lantas menambahkan bahwa operasi ini juga difokuskan pada anak-anak sekolah dan mahasiswa. “Sebagian pelajar seharusnya belum mengendarai kendaraan, jadi kita edukasi agar mereka tidak nekat. Alhamdulillah, sejak sosialisasi, kecelakaan yang melibatkan anak-anak turun drastis,” jelas Rudika.
Selain pendekatan edukatif, polisi tetap menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggaran yang membahayakan orang lain. Titik fokus penertiban ditetapkan di Stadion Datu Adil, lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar.
“Kita harap masyarakat bisa memanfaatkan operasi ini sebagai pengingat. Balap liar dan knalpot bising bukan hanya meresahkan, tapi juga bisa merenggut nyawa,” tegas Rudika.
Polres Tarakan menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar razia, melainkan kampanye keselamatan jalan raya, sekaligus memulihkan ketertiban di titik-titik rawan kecelakaan. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan