Manik Etam Art, UMKM Samarinda yang Lestarikan Budaya Dayak

SAMARINDA – Kerajinan manik khas Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan eksistensinya di pasar nasional. Salah satunya melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Manik Etam Art (MEA) yang dirintis oleh Purnamawati, warga Samarinda Seberang. Berawal dari hobi yang ditekuni di rumah sejak 2017, usaha ini kini berkembang dan produknya telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Purnamawati menuturkan, Manik Etam Art bermula dari keinginannya untuk tetap produktif di tengah kesibukan mengurus keluarga. Ketertarikannya pada kerajinan manik kemudian mendorongnya untuk belajar secara mandiri dan menjadikannya sebagai usaha rumahan yang bernilai ekonomi.

“Saya mulai sejak tahun 2017 sampai sekarang. Awalnya hanya belajar sambil menyalurkan hobi. Pekerjaan ini bisa dilakukan di rumah, jadi saya tetap bisa memantau anak,” ujar Purnamawati kepada media ini saat ditemui di rumah galeri miliknya di Jalan Mas Penghulu, Gang 2, Samarinda Seberang, Selasa (03/02/2026).

Seiring berjalannya waktu, keterampilan yang diasah secara otodidak tersebut mulai membuahkan hasil. Purnamawati secara konsisten mengembangkan desain dan kualitas produknya dengan mengangkat motif serta ornamen khas budaya Dayak sebagai identitas utama Manik Etam Art.

Dalam proses produksinya, Purnamawati menjelaskan bahwa sebagian bahan pendukung diperoleh dari luar daerah. Untuk produk tas manik, misalnya, ia bekerja sama dengan rekan pengrajin di Kalimantan Tengah yang menyediakan tas dasar sesuai desain yang dipesan. Setelah tas diterima, proses perangkaian manik dilakukan secara mandiri di rumah.

“Untuk tas, saya beli dari teman di Kalimantan Tengah. Saya hanya merequest bentuknya, kemudian mereka buatkan dan kirim ke saya. Setelah itu, saya yang merangkai maniknya sendiri. Satu tas biasanya bisa selesai dalam satu hari,” jelas Purnama, sapaan akrabnya ini.

Selain tas manik, Manik Etam Art juga memproduksi berbagai jenis aksesoris berbahan manik. Produk-produk tersebut antara lain gantungan kunci, bros, kalung, gelang, cincin, hingga aksesoris kecil lainnya yang kerap digunakan sebagai pelengkap busana adat maupun busana modern.

Harga produk yang ditawarkan pun cukup variatif, menyesuaikan dengan tingkat kerumitan, ukuran, serta detail pengerjaan. Untuk produk kalung manik, misalnya, harga dibanderol mulai dari Rp35 ribu hingga Rp250 ribu.

“Saya buat sendiri seperti gantungan kunci, Bros, dan kalung manik serta harga untuk kalung manik kami jual dari harga Rp35 ribu sampai Rp250 ribu,” tutur perempuan berhijab ini.

Dari sisi pemasaran, Purnamawati mengaku bersyukur karena produk Manik Etam Art mendapat respons positif dari masyarakat. Jangkauan pemasaran pun semakin luas dan tidak hanya terbatas di Kalimantan Timur. Berbagai produk Manik Etam Art telah dikirim ke sejumlah kota besar di Indonesia.

“Kalau penjualan, sudah sampai ke Jakarta, Bekasi, Bogor, Tarakan, Berau, Solo, Jogja, dan Surabaya. Untuk di Samarinda, saya jual sendiri melalui online, jadi pelanggan bisa melihat produk dari media sosial saya,” katanya.

Pemanfaatan media sosial dan platform daring menjadi salah satu strategi utama dalam memperluas pasar. Melalui kanal digital tersebut, calon pembeli dapat melihat langsung katalog produk, melakukan pemesanan, serta berkomunikasi langsung dengan pengrajin.

Adapun ragam produk Manik Etam Art mencakup tas manik, kalung, gelang, gantungan kunci, cincin, bros, pakaian adat Dayak, tali tas, topi Dayak, hingga dompet. Seluruh produk tersebut mengusung motif tradisional Dayak yang dipadukan dengan sentuhan modern, sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Melalui Manik Etam Art, Purnamawati tidak hanya berupaya meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga turut berperan dalam melestarikan budaya lokal Kalimantan Timur. Ia berharap kerajinan manik khas daerah dapat semakin dikenal luas dan menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com