Pemkab Kukar Siapkan Pembukaan Puja Sera pada April 2026

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pengoperasian kawasan pusat kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Puja Sera yang direncanakan mulai dibuka secara resmi pada April 2026. Kawasan yang berlokasi di Bundaran Tuah Himba, Tenggarong, tepat di depan Jembatan Kartanegara itu diproyeksikan menjadi sentra ekonomi kreatif dan destinasi kuliner baru di Kukar.

Saat ini, pemerintah daerah masih fokus pada penyusunan tata kelola dan pengaturan operasional kawasan, termasuk mekanisme seleksi pelaku usaha yang akan mengisi unit-unit tenant di Puja Sera. Proses tersebut dinilai krusial untuk memastikan kawasan dapat berjalan secara tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kukar, Fathul Alamin, mengatakan tahap persiapan masih terus dilakukan agar operasional kawasan berjalan sesuai rencana.

“Sekarang kami masih menyiapkan pengaturan operasional kawasan serta mekanisme seleksi pelaku usaha yang akan menempati tenant Puja Sera,” ujar Fathul saat diwawancarai, Selasa (03/02/2026).

Ia menjelaskan, konsep Puja Sera dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan pusat kuliner, ruang promosi produk UMKM, serta area rekreasi masyarakat. Penataan kawasan juga mengusung konsep ruang terbuka yang nyaman dan ramah pengunjung, sehingga diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

DiskopUKM Kukar saat ini tengah merampungkan sistem pendaftaran bagi pelaku UMKM yang berminat menjadi tenant. Sistem tersebut nantinya akan diumumkan secara terbuka dan dirancang agar mudah diakses seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM lokal Kukar.

Fathul menegaskan, secara umum skema pendaftaran tidak membatasi sektor usaha tertentu. Seluruh pelaku UMKM, baik kuliner, minuman, maupun produk kreatif lainnya, diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Namun, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pelaku usaha lokal Kukar sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat daerah.

Pada tahap awal pengoperasian, Puja Sera akan menyediakan sekitar 50 unit tenant. Tenant tersebut akan dikelompokkan berdasarkan jenis usaha untuk menciptakan penataan kawasan yang rapi dan memudahkan pengunjung dalam mengakses berbagai produk.

“Tenant yang disiapkan mencakup sektor kuliner, minuman, hingga produk kerajinan dan cenderamata,” jelasnya.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, para tenant nantinya akan menempati unit usaha dengan sistem kerja sama pengelolaan yang diatur pemerintah daerah. Selain penyediaan fasilitas tempat usaha, tenant juga akan mendapatkan pembinaan, pendampingan manajemen usaha, serta pelatihan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing produk.

Fathul menegaskan, hingga saat ini belum ada pelaku UMKM yang ditetapkan sebagai tenant Puja Sera karena pemerintah ingin memastikan proses seleksi berjalan objektif dan transparan.

“Saat ini belum ada UMKM yang kami tetapkan untuk berjualan di sana. Kami ingin memastikan proses seleksi berjalan transparan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, calon tenant akan melalui proses evaluasi berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya kualitas dan konsistensi produk, legalitas usaha, rekam jejak pengalaman berwirausaha, serta kemampuan memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.

Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan proses pendaftaran hingga pengisian tenant tidak dipungut biaya.
“Proses pendaftaran sampai pengisian tenant tidak dipungut biaya pendaftaran satu rupiah pun,” tegasnya.

Pengembangan Puja Sera juga melibatkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Beberapa OPD yang terlibat antara lain Dinas Pariwisata dalam pengembangan konsep destinasi kuliner, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam penguatan produk UMKM, serta Dinas Pekerjaan Umum dalam penyediaan infrastruktur kawasan.

Salah satu pelaku UMKM kuliner di Tenggarong, Rina (32), menyambut positif rencana pengoperasian Puja Sera. Ia menilai kawasan tersebut dapat menjadi peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar.

“Kalau tempatnya strategis dan dikelola dengan baik, tentu sangat membantu kami untuk memperkenalkan produk ke lebih banyak konsumen,” ujarnya.

Pemkab Kukar menargetkan kawasan Puja Sera mampu menarik ribuan pengunjung setiap pekan, terutama karena lokasinya yang berada di jalur strategis pusat kota Tenggarong. Keberadaan kawasan ini juga diproyeksikan dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Melalui pengelolaan yang terencana dan seleksi tenant yang transparan, Puja Sera diharapkan menjadi wadah promosi produk unggulan daerah serta mendorong peningkatan daya saing pelaku UMKM. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemkab Kukar optimistis Puja Sera dapat beroperasi sesuai jadwal dan menjadi ikon baru penggerak ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com