SINGKAWANG – Kebakaran hutan dan lahan kembali menguji kesiapsiagaan aparat di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Api yang melahap kawasan sekitar Jalan Bandara, Kecamatan Singkawang Selatan, dilaporkan telah meluas hingga sekitar lima hektare dan masih menyisakan titik-titik panas yang berpotensi kembali membesar.
Kebakaran tersebut terjadi di dua wilayah administratif, yakni Kelurahan Sedau dan Kelurahan Pangmilang. Karakter lahan gambut yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung tidak mudah dan memerlukan penanganan berlapis.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menjelaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan sejak awal kejadian dan hingga kini masih berjibaku di lapangan.
“Api muncul di dua lokasi berbeda. Dari pemetaan sementara, luas area yang terdampak mencapai sekitar lima hektare,” kata Yuyu, Selasa (03/02/2026).
Ia merinci, lahan yang terbakar di Kelurahan Sedau diperkirakan mencapai dua hektare, sementara di Kelurahan Pangmilang meluas hingga tiga hektare. Kondisi ini diperparah oleh jenis vegetasi yang mudah terbakar, seperti pakis, akasia, kelapa sawit, serta semak belukar.
“Ini lahan gambut dengan vegetasi yang cepat menyala. Ditambah angin yang cukup kencang, api dan asap mudah merambat,” ujarnya.
Menurut Yuyu, operasi pemadaman telah dimulai sejak Minggu 1 Februari 2026 dan terus dilanjutkan hingga Selasa karena api belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Upaya yang dilakukan tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga pembasahan intensif untuk mencegah kebakaran berulang.
“Pemadaman tidak bisa sekali datang lalu selesai. Kami lakukan pembasahan dan penyekatan agar api tidak muncul kembali,” tegasnya.
Dari total area yang terbakar, tim gabungan baru berhasil mengamankan sekitar 2,5 hektare. Sisanya masih dalam proses penanganan dengan fokus mencegah perluasan ke wilayah lain.
“Target kami bukan hanya memadamkan api, tapi memastikan tidak ada titik api tersisa yang bisa memicu kebakaran susulan,” jelas Yuyu.
Operasi pemadaman darat melibatkan 71 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Kota Singkawang, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim didukung peralatan pompa air, selang, kendaraan operasional, serta peralatan manual dengan memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi.
Yuyu menegaskan, operasi pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh area dinyatakan aman, mengingat lahan gambut memiliki risiko tinggi untuk terbakar kembali meski api di permukaan sudah padam. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan