Gambar ilustrasi

Tongkang Rusak, Ratusan Kayu Log Berserakan di Laut Takisung

TANAH LAUT – Perairan Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mendadak ramai setelah ratusan batang kayu log berukuran besar dilaporkan jatuh dari sebuah kapal tongkang dan terseret arus hingga ke pesisir. Insiden tersebut terjadi menyusul gangguan teknis pada tongkang pengangkut kayu yang berlayar di wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan warga, kejadian berlangsung sekitar sepekan lalu. Saat itu tongkang mengalami kemiringan akibat kerusakan, sehingga sebagian muatan kayu terlepas dan jatuh ke laut. Kayu-kayu tersebut kemudian hanyut dan terdampar di sejumlah titik pesisir, mulai dari Desa Takisung hingga Pagatan Besar.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan batang kayu log masih terlihat di kawasan Tebing Tinggi, Desa Takisung. Dalam bentang sekitar 200 meter, sedikitnya dua puluh batang kayu berdiameter besar tampak tertambat di pesisir. Panjang kayu bervariasi antara delapan hingga sepuluh meter, bahkan beberapa di antaranya berukuran lebih dari itu.

Warga menyebut, kayu yang tercecer didominasi jenis meranti dan memiliki tanda identifikasi berupa kode angka serta penanda berwarna kuning. Total kayu yang jatuh ke laut diperkirakan mencapai lebih dari seratus batang, sebagian di antaranya telah berhasil dikembalikan ke tongkang.

Seorang warga Takisung, Seruni, mengatakan perusahaan pemilik kayu melibatkan masyarakat setempat untuk mengamankan dan mengevakuasi kayu yang terdampar.

“Warga diminta membantu menarik kayu ke pantai supaya tidak hanyut lagi. Setelah itu, kayu dikirim kembali ke tongkang saat air pasang,” ujarnya, Selasa (03/02/2026).

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu kecil atau kelotok karena ukuran kayu yang sangat besar dan berat.

“Kami pakai kelotok untuk menarik kayu. Ada yang sudah setengah tertimbun pasir, jadi harus menunggu air naik dulu,” katanya.

Menurut Seruni, warga yang berhasil mengamankan kayu mendapat upah dari perusahaan. Untuk setiap batang kayu yang ditarik ke pesisir, warga menerima Rp500 ribu, dan tambahan Rp250 ribu per batang untuk mengantarkannya kembali ke tongkang.

“Saya sendiri ikut mengevakuasi sekitar 30 batang. Warga lain juga banyak yang membantu,” ungkapnya.

Camat Takisung, Syafangat, membenarkan adanya tongkang bermuatan kayu yang mengalami kerusakan di perairan wilayahnya. Ia menyebut, hingga saat ini tidak ada keluhan dari nelayan terkait insiden tersebut.

“Tidak ada laporan gangguan aktivitas melaut. Justru sebagian warga ikut membantu evakuasi dan mendapat upah,” katanya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Tanah Laut memastikan kayu log yang berserakan di pesisir berasal dari tongkang milik perusahaan kayu dan bukan hasil penebangan ilegal.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Polairud Iptu Alamsyah Sugiarto menjelaskan, insiden tersebut murni disebabkan gangguan teknis pada kapal.

“Muatan kayu jatuh ke laut karena tongkang mengalami kerusakan. Kayu-kayu itu terbawa arus hingga ke pesisir,” jelas Alamsyah.

Ia menambahkan, proses evakuasi sepenuhnya ditangani oleh perusahaan pemilik kayu dengan melibatkan masyarakat setempat, sementara polisi perairan melakukan pengawasan untuk memastikan situasi tetap aman.

“Kami terus memantau agar tidak mengganggu nelayan maupun keselamatan pelayaran di sekitar perairan Takisung,” tegasnya.

Hingga kini, tongkang masih berada di perairan Takisung sambil menunggu seluruh muatan kayu berhasil dikumpulkan kembali. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com