Gambar ilustrasi

Akses Terbatas, Warga Dorong Infrastruktur Masuk RKPD 2027

BERAU – Ancaman satwa liar kembali menghantui permukiman di bantaran Sungai Kelay, Berau. Seorang warga Kelurahan Gayam nyaris kehilangan nyawa setelah diserang buaya saat beraktivitas di depan rumah kontrakannya, Selasa malam 3 Februari 2026.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, ketika Muhammad Faris Irfadi (27) tengah membersihkan sepeda motor di tepi sungai. Kondisi Sungai Kelay saat itu sedang pasang. Tanpa peringatan, permukaan air yang semula tenang mendadak bergolak, disusul kemunculan seekor buaya dari arah sungai.

Reptil tersebut langsung menerkam tangan kiri korban dan berusaha menariknya ke dalam air. Dalam kondisi terdesak, Faris bertahan dengan berpegangan pada tiang rumah untuk menahan tarikan buaya.

Lurah Gayam, Purwawijoyo, menjelaskan bahwa korban selamat berkat refleks cepat dan bantuan warga sekitar.

“Korban berusaha bertahan dengan memegang tiang rumah sekuat tenaga. Saat itu lututnya juga terbentur dan mengalami luka,” kata Purwawijoyo, Rabu (04/02/2026).

Situasi darurat tersebut memicu kepanikan warga. Seorang warga bernama Riduan, dibantu beberapa orang lain, segera bertindak dan berhasil melepaskan Faris dari gigitan buaya. Hewan itu kemudian kembali ke sungai.

Akibat serangan tersebut, Faris mengalami luka cukup serius pada tangan kiri yang menjadi sasaran gigitan. Selain itu, bagian kaki korban juga mengalami lecet akibat gesekan saat diseret.

“Luka terparah berada di tangan kiri karena terkena gigitan langsung,” ujar Purwawijoyo.

Korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Aparat kelurahan turut mendampingi korban ke rumah sakit sekitar setengah jam setelah kejadian.

Warga setempat menyebut lokasi kejadian, yang dikenal dengan sebutan kawasan Bedungun, memang berada di jalur rawan konflik satwa. Wilayah tersebut merupakan sempadan Sungai Kelay dengan kondisi tanah berlumpur dan delta kecil yang kerap dijadikan tempat berjemur buaya saat air surut.

Pasca kejadian, pihak kelurahan langsung mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai.

“Kami sudah menyampaikan peringatan kepada enam RT agar membatasi aktivitas di tepi sungai, terutama malam hari dan saat air pasang,” tegas Purwawijoyo.

Pemerintah kelurahan mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan sungai dan segera melapor jika melihat kemunculan buaya, guna mencegah kejadian serupa terulang. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com